Bukan Hanya Wartawan, Polisi-Mahasiswa Juga Dikeroyok Saat Demo di Palembang

Sumatera Selatan

Bukan Hanya Wartawan, Polisi-Mahasiswa Juga Dikeroyok Saat Demo di Palembang

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Selasa, 13 Okt 2026 22:36 WIB
Aksi kericuhan dan pemukulan saat demo di Palembang
Aksi kericuhan dan pemukulan saat demo di Palembang (Foto: Istimewa)
Palembang -

Dua wartawan menjadi korban pengeroyokan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel. Tak hanya itu, ternyata ada satu polisi dan tiga mahasiswa yang juga menjadi dikeroyok saat kericuhan itu terjadi.

"Informasi saat ini ada dua wartawan, tiga mahasiswa dan satu anggota polisi yang diduga menjadi korban penganiayaan (saat demo ricuh di Palembang)," kata Kapolda Sumsel Irjen Rony Samtana, Selasa (13/10/2026)

Akibat kejadian itu, dua wartawan, satu anggota polisi dari satuan Intelkam Polda Sumsel dan tiga mahasiswa juga dirawat di rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua korban saat ini dirawat di RS Bhayangkara Palembang," ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut dan menyelidiki identitas para terduga pelaku yang melakukan penganiayaan.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, dua wartawan menjadi korban penganiayaan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel.

Adapun kedua wartawan tersebut yakni bernama Rachmat Kurniawan wartawan media online dan Mulyadi wartawan televisi media lokal. Saat itu keduanya sedang melakukan peliputan aksi demo di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026) siang.

Berdasarkan pengakuan dari korban Mulyadi saat itu dia bersama rekan-rekan media lainnya sedang melakukan peliputan aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliasi Cipayung.

Namun sebelum para mahasiswa sampai di lokasi, sudah terlebih dahulu ada kegiatan sekelompok masa dari komunitas ojol dan ormas yang melakukan pembagian masker ke pengguna jalan di lokasi tersebut.

Tidak lama kemudian, rombongan para mahasiswa sampai di depan Mapolda Sumsel untuk melakukan aksi demo. Belum sempat melakukan orasi terjadi kericuhan antara mahasiswa dengan diduga rombongan ormas menggunakan pakaian hitam.

"Pakaian mereka hitam semua (yang mengeroyok), mereka juga menggunakan masker. Kami diintimidasi oleh rombongan baju hitam tersebut untuk menghapus video yang sudah kami rekam," katanya.

Melihat kericuhan tersebut, Mulyadi bersama korban Rahmat melakukan peliputan dengan merekam kejadian itu. Namun saat korban rahmat menyiarkan kericuhan tersebut secara live, diduga rahmat langsung diserang dengan cara dipukul serta ditendang.

Mulyadi yang melihat hal tersebut mencoba membantu menyelamatkan korban Rachmat, namun dirinya malah menjadi korban penganiayaan juga hingga mengalami luka pada bibirnya.

"Rachmad itu yang parah, kami sampai minta tolong dan mengatakan kami wartawan, tapi masih saja dikeroyok. Rachmad itu sampai terkapar di jalan," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads