2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo di Palembang

Sumatera Selatan

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo di Palembang

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Selasa, 13 Okt 2026 19:30 WIB
Dua wartawan di Palembang dikeroyok saat liput demo di Mapolda Sumsel
Dua wartawan yang dikeroyok mendapatkan pertolongan oleh tim medis (Foto: Istimewa)
Palembang -

Dua wartawan menjadi korban pengeroyokan saat melakukan peliputan di depan Mapolda Sumsel. Kedua wartawan tersebut mengalami luka-luka hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Adapun kedua korban yakni, Rachmat Kurniawan merupakan wartawan online, dan Mulyadi, wartawan televisi lokal di Palembang. Saat itu, keduanya sedang meliput aksi demo di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026) siang.

Berdasarkan pengakuan dari korban Mulyadi, saat itu dia bersama rekan-rekan media lainnya sedang meliput aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliasi Cipayung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mahasiswa sampai di lokasi, sudah terlebih dahulu ada kegiatan sekelompok massa dari komunitas ojek online dan ormas yang melakukan pembagian masker ke pengguna jalan di lokasi yang sama.

Tidak lama kemudian, rombongan mahasiswa tiba di depan Mapolda Sumsel untuk melakukan aksi demo. Belum sempat melakukan orasi, terjadi kericuhan antara mahasiswa dengan diduga ormas yang mengenakan pakaian hitam.

ADVERTISEMENT

"Pakaian mereka hitam semua (yang mengeroyok), mereka juga menggunakan masker. Kami diintimidasi oleh rombongan baju hitam tersebut untuk menghapus video yang sudah kami rekam," katanya.

Melihat kericuhan tersebut, Mulyadi bersama korban Rahmat meliput dengan merekam kejadian itu. Namun saat korban Rachmad menyiarkan kericuhan tersebut secara live, diduga Rahmat langsung diserang dengan cara dipukul dan ditendang.

Mulyadi yang melihat hal tersebut mencoba membantu menyelamatkan korban Rachmat, namun dirinya malah menjadi korban penganiayaan juga hingga mengalami luka pada bibirnya.

"Rachmad itu yang parah, kami sampai minta tolong dan mengatakan kami wartawan, tapi masih saja dikeroyok. Rachmad itu sampai terkapar di jalan," ujarnya.

Sementara, korban Rachmat mengatakan saat itu dirinya sedang melakukan siaran live, tiba-tiba diduga dirinya diintimidasi oleh sejumlah orang menggunakan pakaian hitam dan menyuruhnya untuk menghapus rekaman gambar.

"Saat itu saya sedang live (live medsos), saya sudah mengaku wartawan. Tapi saya langsung dipukuli, saya sudah sempat diamankan (dijauhkan dari kerumunan), tapi masih ada yang menarik dan melakukan pemukulan kembali," katanya.

Saat ini kedua wartawan tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang karena mengalami luka pada bagian wajah maupun kaki. Kasus pengeroyokan ini akan dilaporkan ke polisi.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads