Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada pada kategori hitam atau level berbahaya pada Selasa (13/10/2026) siang. Bahkan angka sempat menyentuh angka 702,9 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB di level berbahaya.
Berdasarkan pantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang pada pukul 11.00 WIB angka kualitas udara tercatat di angka 360,4 µg/m³. Kemudian naik dengan signifikan pada pukul 12.00 WIB di angka 702,9 µg/m³.
"Kualitas udara di Palembang masih masuk kategori berbahaya, pada siang hari angka PM 2.5 naik cukup tinggi," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Selasa (13/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mencapai angka yang cukup tinggi, angka PM.25 kemudian mengalami penurunan hingga pukul 15.00 WIB tercatat di angka 388,2. Walaupun mengalami penurunan angka tersebut masih masuk dalam kategori berbahaya.
Berdasarkan pantauan detikSumbagsel, kabut asap masih terlihat cukup tebal di wilayah Kota Palembang. Bahkan terlihat semakin tebal pada siang hari.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang masih berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya.
Menurut Wandayantolis, pergerakan angin yang mengarah ke barat laut memengaruhi pergerakan asap dari wilayah tersebut hingga berdampak pada kualitas udara di Palembang.
"Iya, masih dari wilayah OKI (asap karhutla) dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan," ujarnya.
