Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 12 Oktober 2026, menyisakan 6,9 hektare. Sisa luasan karhutla itu juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto saat rakor penanganan karhutla secara daring dari Griya Agung Palembang, Senin (12/10/2026).
"Tadi, data yang ada luasan karhutla di Sumsel hanya tinggal 6,9 hektare dari luasan provinsi yang 91 juta hektare. Artinya, kondisi karhutla tidak banyak, tapi asap mengepul," ujar Deru.
Sisa luasan lahan yang terbakar itu disebutnya tersebar di beberapa daerah Sumsel. Upaya pemadaman juga masih terus dilakukan oleh satgas darat yang masih berada di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"6,9 hektare itu sebagian ada d wilayah lahan gambut OKI, di Pulau Beruang. Di Muba masih ada sedikit di Muara Medak. Di Banyuasin sudah mulai clear," katanya.
Terkait kondisi asap imbas karhutla yang masih tebal Senin (12/10) sore, Deru meminta agar memisahkan antara keduanya.
"Pisahkan antara persoalan asap dengan karhutla. Karhutla tadi, Kepala BNPB di hadapan presiden menyampaikan bahwa Sumsel tinggal 6,9 hektare karhutlanya d beberapa kabupaten. Ini para bupatinya juga sudah dipanggil, diajak untuk mendengar pengarahan," ungkapnya.
Dia berharap, luasan karhutla secara harian bisa berkurang dengan penanganan yang tela dilakukan oleh seluruh pihak terkait.
"Kalau bisa direduksi lagi. Kasatgas, Pak Danrem, Panglima juga begitu. Artinya 6,9 hektare bisa tuntas dan asapnya (tuntas). Ini dry ice tadi disampaikan ya untuk penanganannya," jelas Deru.
