Pria paruh baya di Palembang, Sumatera Selatan, yakni Junaidi (44), ditendang hingga dipukul pakai balok oleh kenalannya berinisial RK alias AK. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Penganiayaan yang dialami korban terjadi saat korban sedang duduk santai di Jalan Puncak Sekuning, Gang Kaleng, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Istri korban, Merry mengatakan berdasarkan cerita suaminya, saat itu Junaidi sedang duduk di lokasi kejadian. Kemudian, terlapor datang dan langsung menganiayanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suami saya sedang duduk, lalu terlapor datang dari arah belakang dan langsung menendang dadanya," kata Merry, saat membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, aksi terlapor tidak berhenti di situ. Korban juga diduga dipukul di bagian leher kiri, kemudian tangan kirinya dipukul menggunakan balok kayu, serta kaki kanannya ditendang. Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung meninggalkan lokasi.
Akibat kejadian itu, Junaidi mengalami sesak dan nyeri di bagian dada, memar dan lecet di leher kiri, luka memar pada tangan kiri, serta memar di kaki kanan.
Merry mengaku keluarganya mengenal baik terlapor. Bahkan, menurutnya, terlapor pernah meminjam uang kepada keluarganya dan hingga kini belum mengembalikannya.
"Kami tidak pernah ada masalah. Dia juga pernah meminjam uang kepada kami dan tidak pernah kami tagih. Jadi saya tidak tahu apa motifnya sampai menganiaya suami saya," ungkapnya.
Setelah kejadian itu, Junaidi mengaku hingga kini belum mengetahui alasan dirinya dianiaya oleh kenalannya itu. Ia merasa tidak pernah memiliki persoalan dengan terlapor.
"Saya tidak pernah punya masalah dengan dia. Tiba-tiba dia datang dan langsung menganiaya saya," ujar Junaidi.
Sementara itu, Pamapta Polretabes Palembang Ipda Hendra Yuswono membenarkan laporan tersebut.
"Benar,ada laporan dugaan penganiayaan. Laporannya sudah kami terima dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polretabes Palembang," ujarnya.
