Operasi modifikasi cuaca (OMC) penyemaian natrium klorida (NaCl) atau garam terus dilakukan di wilayah Sumatera Selatan. Hujan buatan yang dilakukan diharapkan dapat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan sekitarnya menjadi lokasi sasaran OMC NaCl pada Minggu (25/10/2026).
"Lokasi bibit awan hujan hari ini (Minggu) terpantau di wilayah PALI dan sekitarnya, sehingga penyemaian dilakukan di area tersebut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penyemaian menggunakan dry ice tidak dilakukan. Hal ini mempertimbangkan kondisi asap yang mulai menipis serta jarak pandang yang dinilai sudah aman.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas penerbangan. Helikopter water bombing bisa terbang melakukan operasi pemadaman, sementara penerbangan komersial di bandara juga sudah bisa beroperasi seiring membaiknya jarak pandang.
Sementara pada laporan OMC Sabtu (25/10), dilakukan sebanyak masing-masing empat sortie dry ice dan NaCl.
Penyemaian dry ice tetap difokuskan di wilayah Palembang. Sedangkan, NaCl dilakukan di wilayah Palembang, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Beberapa wilayah juga dilaporkan terjadi hujan, salah satunya di sebagian area Palembang.
"Di sisi lain, kualitas udara di wilayah Palembang menunjukkan tren membaik. Berdasarkan pemantauan hari ini, angka kualitas udara berada pada kisaran 61-131 pada pukul 07.00 WIB-13.00 WIB," jelasnya.
Meski demikian, rentang angka tersebut masih berada pada kategori tidak sehat. Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
