Karhutla Menyebar Luas di OKI, Asap Mengarah ke Palembang

Sumatera Selatan

Karhutla Menyebar Luas di OKI, Asap Mengarah ke Palembang

Vinsca Hardyanti - detikSumbagsel
Selasa, 20 Okt 2026 21:40 WIB
Upaya pemadaman karhutla di Ogan Ilir.
Ilustrasi pemadaman karhutla di Sumsel (Foto: Istimewa/BPBD Sumsel)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan hingga Selasa (20/10) masih didominasi terjadi dan menyebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sejumlah titik kebakaran di wilayah tersebut menghasilkan asap yang bergerak menuju Kota Palembang.

Tim penanganan karhutla terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah daerah yang menjadi sumber kebakaran dan asap.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumsel, Ferdian Krisnanto, mengatakan kejadian kebakaran terpantau melalui patroli udara, pengecekan langsung ke lapangan, serta informasi dari berbagai pihak. Hasil pemantauan tersebut menunjukkan Kabupaten OKI masih menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran yang dominan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kejadian kebakaran atau fire spot yang memang riil kejadian, bisa kita pantau baik dari patroli udara maupun hasil ground check lapangan serta informasi dari para pihak. Kejadian kebakaran masih didominasi dari Kabupaten OKI," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan satelit, sumber produksi asap di OKI terdeteksi berasal dari Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan. Pergerakan asap dari wilayah tersebut mengarah ke Palembang.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kebakaran yang menghasilkan asap cukup besar juga terjadi di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, tepatnya di Desa Putak dan Gumai, serta di wilayah Karang Agung dan Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dengan dampak asap mengarah ke Jambi.

Ferdian menjelaskan, penanganan oleh Manggala Agni saat ini diprioritaskan pada lokasi-lokasi sumber asap dan kebakaran dengan area yang luas, terutama di OKI, Muba, dan Muara Enim. Di Kabupaten Ogan Ilir, penanganan difokuskan di sekitar Jalan Lintas Indralaya dan kawasan sekitar jalan tol. Selain itu, kebakaran besar yang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) juga masih dalam proses penanganan.

"Untuk penanganan saat ini, kalau di kami Manggala Agni, masih berfokus di lokasi-lokasi sumber asap dan kebakaran yang luas tadi, di OKI, Muba, Muara Enim," katanya.

Di Kabupaten Banyuasin, titik kebakaran yang masih ditemukan didominasi kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, yang wilayahnya mencakup Kabupaten Banyuasin dan OKI. Kedua kabupaten tersebut hingga kini masih memiliki sejumlah titik kebakaran yang terus dipantau dan ditangani oleh petugas.

Dalam upaya pemadaman, sebanyak 254 personel Manggala Agni saat ini beroperasi di Sumsel. Personel tersebut berasal dari empat daerah operasi dan diperkuat bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Siak dan Rengat (Riau), serta Sarolangun dan Tebo (Jambi). Upaya penanganan juga melibatkan unsur lain, seperti TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain pemadaman melalui satgas darat, penanganan karhutla turut didukung operasi penaburan dry ice yang dilaksanakan melalui posko Sumsel dengan pendanaan Kementerian Kehutanan. Operasi serupa di Lampung yang didanai BNPB telah selesai beberapa hari sebelumnya. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) masih dilakukan apabila terdapat awan potensial setelah penaburan dry ice. Satgas darat juga mendapat dukungan helikopter water bombing di sejumlah titik penanganan.

Ia menambahkan, titik panas atau hotspot dapat dipantau masyarakat melalui situs resmi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) yang terbuka untuk umum.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads