Udara Palembang Sepekan Terakhir Sangat Tidak Sehat-Berbahaya

Sumatera Selatan

Udara Palembang Sepekan Terakhir Sangat Tidak Sehat-Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 22 Okt 2026 19:30 WIB
Kabut asap di Kota Palembang makin pekat pada siang hari
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Udara Palembang masih berada pada level berbahaya. Rata-rata harian angka PM2.5 kini mencapai 474,17 µg/m³. Angka itu melonjak drastis dibandingkan angka rata-rata harian dalam sepekan terakhir.

"Pada hari ini rata-rata harian PM2.5 sebesar 474,17 µg/m³. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata harian dalam sepekan terakhir," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Kamis (22/10/2026).

Pada 16 Oktober lalu, rata-rata harian PM2.5 sebesar 431,50 µg/m³ dengan nilai maksimum 929,1. Kemudian pada 17 Oktober turun menjadi 256,06 µg/m³ dengan maksimum 844,3 µg/m³.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 16-17 Oktober statusnya berbahaya," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara pada 18 Oktober tercatat sebesar 246,48 µg/m³ dengan angka maksimum 627,8 µg/m³. Hari berikutnya 240,31 dengan angka maksimum 531,3 µg/m³ dan 227,79 µg/m³ dengan angka maksimum 476,9 µg/m³.

"Pada 18-20 Oktober kategori kualitas udara tercatat sangat tidak sehat," katanya.

Rata-rata harian kualitas udara kemudian memburuk pada 21 Oktober. Angka PM2.5 naik menjadi 368,99 µg/m³ dengan angka maksimum 854,8 µg/m³.

Menurutnya, buruknya kualitas udara disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Sumsel, khususnya di Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya.

Sementara pada pukul 15.00 WIB, kualitas udara di Palembang masih berstatus berbahaya. Angka PM2.5 tercatat sebesar 257,5 µg/m³. Level angka itu masih berstatus berbahaya.

"Masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan masker, melihat kondisi udara yang masih pekat dan berbahaya," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads