Kabut Asap Palembang Makin Pekat, PM2.5 Tembus 1.036-Level Berbahaya

Sumatera Selatan

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, PM2.5 Tembus 1.036-Level Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 22 Okt 2026 08:58 WIB
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Kol H Burlian yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (20/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi IQair, kualitas udara di Kota Palembng pada Selasa (20/10) masuk dalam kategori berbahaya akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan nilai indeks standar pencemaran udara PM2.5 mencapai angka 991. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Palembang. Angka partikulat halus PM2.5 juga alami kenaikan tinggi dengan kategori berbahaya. Bahkan angkanya tembus 1.036,4 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.

"Iya, kabut asap tebal kembali terjadi. Angka PM2.5, tertinggi terjadi pada pukul 04.00 WIB hingga mencapai 1.036,4 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Kamis (22/10/2026).

Tingginya angka PM2.5 pada hari ini terjadi sejak pukul 00.00 WIB yang terdata sebesar 864,3 µg/m³. Pukul 01.00 WIB kemudian angkanya turun menjadi 711,6 µg/m³ hingga 388,4 µg/m³ satu jam kemudian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pukul 03.00 WIB naik kembali menjadi 741,7 µg/m³ hingga tertinggi terjadi pukul 04.00 WIB menjadi 1.036,4 µg/m³. Angka PM2.5 menurun menjadi 926,3 µg/m³ pukul 05.00 WIB, kemudian 741,4 µg/m³ dan 658,1 µg/m³.

"PM2.5 masih konsisten pada level berbahaya hingga pukul 08.00 WIB yang mengalami kenaikan menjadi 784,3 µg/m³," terangnya.

ADVERTISEMENT

Kenaikan tinggi PM2.5 masih disebabkan oleh tingginya kejadian karhutla di Sumsel. Kondisi ini perlu menjadi perhatian mengingat partikulat PM2.5 berukuran sangat kecil dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

"Asap masih bersumber dari karhutla yang ada di wilayah OKI dan sekitarnya. Masyarakat tetap diimbau menggunakan masker untuk mengurangi dampak terpapar asap secara langsung dan mengurangi aktivitas luar ruangan," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads