Sumatera Selatan

Udara Palembang Masih Status Berbahaya Pagi Ini

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 01 Okt 2026 09:20 WIB
Foto: Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang (A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang, berada pada level berbahaya. Data Stasiun Pemantauan PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori berbahaya sejak tengah malam.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat pada pukul 02.00 WIB.

"Sejak pukul 00.00 WIB statusnya sudah berbahaya dengan 330,6 µg/m³ berdasarkan data pemantauan BMKG. Konsentrasi PM2.5 sempat mencapai angka tertinggi 442,8 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB," ujar Wandayantolis, Kamis (1/10/2026).

Kondisi kemudian sempat turun. Pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 241 µg/m³, yang masuk kategori merah atau sangat tidak sehat.

"Namun, kualitas udara kembali berada pada level berbahaya pada pagi hari. Pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 348,2 µg/m³, masih level berbahaya," katanya.

Menurutnya, asap masih terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Bahkan, beberapa lokasi di wilayah itu terbakar sejak beberapa hari lalu.

"Asal asap masih dari karhutla di OKI dan sekitarnya," tambahnya.

Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

"Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker," jelasnya.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork