Udara Palembang Buruk, ASN Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Sumatera Selatan

Udara Palembang Buruk, ASN Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 01 Okt 2026 21:40 WIB
Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan membagikan masker kepada pengendara di simpang lima DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Minggu (1/10/2023). Dinkes Provinsi Sumatera Selatan membagikan 3,7 juta masker kepada masyarakat untuk mencegah terjangkitnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA) akibat bencana kabut asap di Palembang dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah Kabupatan/Kota yang ada di Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Foto: Ilustrasi mengenakan masker di luar ruangan (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul kondisi kualitas udara yang kembali memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut ditujukan terutama kepada ASN yang tidak terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Sementara petugas yang memang berada di garis depan penanganan seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menjalankan tugas di lapangan.

Ratu Dewa mengatakan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang saat ini sudah berada pada level yang perlu mendapat perhatian serius. Sebelumnya, pada Rabu (30/9), ISPU Palembang bahkan tercatat mencapai 433 dan masuk kategori sangat berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Dewa meminta ASN tidak melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.

"Untuk ASN yang memang tidak berada di garda depan penanganan karhutla, seperti Damkar dan BPBD, saya minta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kondisi ISPU kita saat ini sangat buruk dan tentunya ini berkaitan dengan kesehatan," katanya kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Dewa, ASN tetap harus menjalankan tugas pelayanan pemerintahan. Namun, aktivitas yang mengharuskan pegawai berada di luar ruangan perlu dikurangi selama kualitas udara belum kembali membaik.

Dia juga meminta setiap ASN menggunakan masker ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

"Kalau memang harus keluar, saya minta gunakan masker. Jangan anggap remeh kondisi udara seperti ini. Kesehatan harus menjadi prioritas," ujarnya.

Dewa mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu bentuk perlindungan diri di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap karhutla. Selain itu, ASN diminta tidak berlama-lama berada di luar ruangan jika aktivitas tersebut tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan.

"Setiap kegiatan di luar ruangan, gunakan masker. Kemudian kalau tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi," katanya.

Dewa menilai ASN sebagai bagian dari pemerintahan juga harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap.

Dia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperhatikan kondisi kesehatan pegawai masing-masing dan menyesuaikan kegiatan yang membutuhkan aktivitas di luar kantor dengan perkembangan kualitas udara.

"ASN ini juga bagian dari masyarakat. Jadi kita harus sama-sama menjaga kesehatan. Jangan karena tugas kemudian kesehatan diabaikan," jelasnya.

Menurut Dewa, kondisi kualitas udara tidak bisa hanya dilihat dari kondisi kabut asap secara kasatmata. Pemantauan ISPU dan perkembangan kasus gangguan kesehatan masyarakat juga menjadi pertimbangan penting.

Sebelumnya, Dewa juga meminta agar kebijakan aktivitas masyarakat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Pemkot Palembang bahkan telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap masyarakat.

Pada 30 September 2026, Dewa meminta sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah ISPU Palembang mencapai angka 433 atau masuk kategori sangat berbahaya.

"Kita tidak bisa hanya melihat aktivitas berjalan seperti biasa, tetapi kondisi udara sangat buruk. Kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama," ungkap Dewa.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads