Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), masih belum membaik hingga Jumat (11/9/2026). Data Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis berdasarkan data pemantauan, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di wilayah tersebut tercatat tinggi.
"Angka tertinggi mencapai 401,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB," ujar Wandayantolis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski angka partikulat halus menurun pada pukul 03.00 WIB, kategorinya tercatat masih pada level sangat tidak sehat dengan 204 µg/m³.
Buruknya kualitas udara itu masih tercatat hingga pagi hari. Data terakhir pukul 09.00 WIB, tercatat juga masih di kisaran 87,5 µg/m³ atau level tidak sehat.
Kondisi buruknya kualitas udara ini terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi hingga kini di sejumlah wilayah Sumsel. Asap dari karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara di Palembang.
Menurutnya, asap hasil karhutla dapat meningkatkan konsentrasi partikulat di udara dan menyebabkan jarak pandang serta kualitas udara menurun.
"Kualitas udara masih belum membaik, karena masih ada karhutla di wilayah Sumsel," ujar Wandayantolis.
Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
"Sebaiknya masyarakat tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," imbuhnya.
