Kualitas udara di Palembang kembali memburuk pada dini hari hingga pagi ini. Berdasarkan data Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang dan Talang Betutu milik BMKG, kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat. Bahkan, angka tertinggi mencapai 242,3 µg/m³.
"Kualitas udara sejak dini hari hingga pagi ini tercatat dalam kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat. Bahkan, angka tertinggi PM2.5 mencapai 242,3 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Kamis (24/9/2026).
Sejak pukul 00.00 WIB, kualitas udara di Stasiun PM2.5 Talang Betutu tercatat kuning atau tidak sehat terjadi pada pukul 04.00 WIB dan 08.00 WIB. Selebihnya, kualitas udara kategori merah atau sangat tidak sehat. Angka tertinggi mencapai 242,3 µg/m³.
Sedangkan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, sempat tercatat biru atau sedang pada pukul 01.00 WIB-02.00 WIB. Setelahnya, level kualitas udara tercatat sangat tidak sehat hingga mencapai angka tertinggi 241,5 µg/m³.
"Pujul 08.00 WIB tadi masih tercatat merah dengan angka partikulat halus sebesar 201,2 µg/m³," katanya.
Memburuknya kualitas udara ini akibat masih adanya karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel, khususnya di OKI. Wilayah ini menjadi salah satu daerah di Sumsel yang tidak terdampak hujan pada Rabu (23/9) lalu.
"Karhutla masih terjadi, kemudian beberapa wilayah OKI juga tidak terdampak hujan secara merata, sehingga sumber polutannya masih terus ada," katanya.
Menurutnya, masih terdapat potensi awan hujan dalam pekan ini. Potensi itu akan mengalami penurunan pada pekan depan. Sehingga, optimalisasi pelaksanaan OMC harus dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
"OMC tetap perlu, namun masih harus memperhatikan dinamika potensi sebaran awan. Nah, di pekan depan cukup rendah, sehingga OMC harus dimaksimalkan pada minggu-minggu ini," ujarnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(csb/csb)