Kualitas udara di Palembang, membaik usai diguyur hujan selama beberapa jam pada Selasa (22/9/2026). Angka PM2.5 kini tercatat di bawah 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka itu merupakan batas atas dari kategori sedang.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan status kualitas udara membaik atau sedang terjadi karena hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumsel. Angka partikulat halus tertinggi tercatat 55,2 µg/m³ sejak pukul 01.00 WB-08.00 WIB.
"Dampak hujan kemarin, kualitas udara menjadi membaik," ujar Wandaantolis, Rabu (23/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, hujan yang terjadi juga terbantu oleh pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan pada Selasa pagi dan sore.
"Hujan kemarin bersifat natural yang diperkuat juga oleh OMC," katanya.
Wandayantolis mengungkapkan, hujan yang terjadi kemarin hampir merata di seluruh wilayah Sumsel. Sebagian wilayah yang tidak hujan berada di Musi Banyuasin dan Banyuasin, khususnya di bagian timur.
"Hujan kemarin didominasi intensitas ringan dan sedang di kisaran 6-50 mm per hari. Namun, di beberapa wilayah terjadi hujan intensitas lebat atau berkisar 51-100 mm per hari," katanya.
Dia menilai, potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, peluangnya akan mengalami penurunan dibandingkan hujan kemarin.
"Peluang hujannya berkurang. Namun, menurut prakiraan tim dari Stamet SMB II, ada peluang hujan ringan hari ini dan besok. OMC diharapkan bisa memperkuat potensi hujan tersebut," jelasnya.
Dia berharap, hujan yang terjadi dapat membuat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Sumsel padam. Hujan juga diharapkan membantu membasahi lahan yang mengalami kekeringan imbas kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini.
Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan yang terjadi. Bencana hidrometeorologi dapat terjadi sewaktu-waktu jika hujan mengalami peningkatan.
