Kualitas udara di Kota Palembang masih berada pada kategori sangat tidak sehat, Selasa (22/9/2026). Hingga pukul 08.00 WIB, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 dan Talang Betutu menunjukkan kategori merah.
Bahkan, di Musi 2 Palembang angkanya mencapai 235,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kategorinya sangat tidak sehat. Sedangkan di Talang Betutu tercatat 156,5 µg/m³, yang juga kategori merah.
"Berdasarkan kategori kualitas udara, kondisi tersebut sangat tidak sehat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buruknya kualitas udara itu sudah tercatat sejak pukul 00.00 WIB. Grafik pada dua stasiun itu menunjukkan warna kuning hingga merah atau tidak sehat dan sangat tidak sehat.
"Masih sama grafik secara hariannya dengan hari-hari sebelumnya, kualitas udara masih dalam kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat. Namun, kini tidak lagi berstatus berbahaya," katanya.
Meski begitu, tingginya konsentrasi partikel halus di udara dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikulat," terangnya.
Warga juga diimbau mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, seperti membakar sampah atau melakukan pembakaran terbuka.
