Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (23/9/2026) siang hingga sore tercatat tidak sehat. Data menunjukkan kategori tidak sehat dengan angka PM2.5 mencapai 90 µg/m³. Sebelumnya pada pagi udara dalam kondisi sehat.
"Iya, berdasarkan grafik kualitas udara di stasiun PM2.5, kualitas udara sejak siang-sore kembali dalam kategori tidak sehat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis saat dikonfirmasi, Rabu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan grafik, angka PM2.5 mengalami kenaikan hingga tembus di kategori kuning atau tidak sehat di angka 90 µg/m³.
"Iya, karena sumber polutannya masih terus ada. Terpantau pagi saja masih ada hotspot, mungkin siang hingga sore ini terus bertambah," katanya.
Dia menilai, pelaksanaan OMC pada 19-23 September berhasil menurunkan angka hotspot. Angkanya kini mengalami penurunan atau berada pada kisaran ratusan, dibandingkan ribuan titik sebelum-sebelumnya.
"OMC periode 19-23 September cukup berhasil, meski hotspot masih tersisa. Namun, hujan yang belum merata, khususnya di wilayah yang terjadi karhutla seperti di OKI, membuat asap masih menyebar," jelasnya.
Menurutnya, potensi awan hujan masih akan ada dalam pekan ini. Potensi itu akan menurun pada pekan depan. Sehingga, optimalisasi pelaksanaan OMC harus dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
"OMC tetap perlu, namun masih harus memperhatikan dinamika potensi sebaran awan. Nah, di pekan depan cukup rendah, sehingga OMC harus dimaksimalkan pada minggu-minggu ini," ungkapnya.
