Cara Mengatasi Flu-Pilek dan Batuk Pada Anak, Simak Tipsnya!

Cara Mengatasi Flu-Pilek dan Batuk Pada Anak, Simak Tipsnya!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 23:00 WIB
Asian child or kid girl sick and sad with sneezing on nose and cold cough on tissue paper because influenza and weak or virus bacteria from dust weather or smoke and kindergarten school for medical.
Ilustrasi flu, pilek dan batuk pada anak. (Foto: Getty Images/ake1150sb)
Palembang -

Kondisi tubuh si kecil yang rentan dan masih beradaptasi perlu penangan ekstra ketika terserang flu, pilek, dan batuk. Ketiga penyakit ini menjadi kekhawatiran orang tua terutama yang baru pertama kali. Lalu, bagaimana cara mengatasi flu, pilek, dan batuk pada anak?

Dikutip Buku Obat Sehari-hari karya M. Sholekhudin, flu pilek dan batuk termasuk kategori self-limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh sendiri tanpa diobati secara khusus. Penyebab paling umumnya karena virus.

Apakah Anak Boleh Minum Obat Flu dan Batuk?

Obat flu pilek dan batuk sebetulnya adalah obat yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Karena itu, penggunaan obat mesti dilakukan secara hati-hati pada anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan menurut standar FDA, obat-obatan tersebut tidak boleh digunakan secara bebas pada anak di bawah umur dua tahun, kecuali atas resep dokter. Hal itu dilakukan karena pertimbangan keamanan.

Ketika minum obat batuk, memungkinkan si anak mengalami efek buruk yang tidak terlihat, misalnya jantung berdebar atau mimpi buruk. Sama seperti demam, batuk sebetulnya memiliki manfaat pertahanan tubuh yakni mengeluarkan benda asing dari saluran pernapasan.

ADVERTISEMENT

benda asing tersebut bisa berupa kuman, debu, dahak, atau alergen. Ketika refleks batu ditekan, justru bisa menghilangkan fungsinya. Nah, untuk itu perlu cara mengatasi yang sesuai.

Cara Mengatasi Flu Pilek Batuk Pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para orang tua ketika buah hati mengalami flu, pilek, dan batuk. Langkah awalnya yakni:

1. Beri ASI atau minuman hangat lain lebih sering dari biasanya.

2. Jika ingusnya mengental dan menyumbat hidung, tetesi dengan obat tetes hidung yang berisi larutan garam supaya ingus tersebut lebih lembab dan encer. Saat ingus encer, keluarkan dengan cara memencet hidung bayi secara lembut menggunakan tisu.

3. Jika batuknya berdahak dan mengganggu, encerkan dahak di hidung dan tenggorokannya dengan cara membiarkan bayi menghirup uap air hangat. Caranya, saat bayi tidur, letakkan ember berisi air panas lalu tutup kamar dan biarkan uap kamar memenuhi ruangan.

4. Sebagian orang menambahkan beberapa tetes minyak kayu putih atau minyak telon ke dalam air panas untuk menciptakan efek aroma terapi.

5. Bisa juga memijat bayi dengan balsem khusus bayi. Ini merupakan cara tradisional yang secara empiris banyak dipraktikkan di Indonesia sekalipun mungkin tidak banyak ditemui di referensi kedokteran.

6. Jauhkan bayi dari penyebab pilek dan batuk, seperti kipas angin, asap rokok, dan debu.

7. Saat bayi tidur, atur posisi tidurnya miring dan beri bantal yang agak tinggi supaya ingusnya tidak mengganggu pernapasan.

8. Jika batuknya sampai membuat bayi sulit bernapas dan sulit tidur, bawa ke dokter.

Langkah-langkah di atas dapat diterapkan dengan mengedepankan kehati-hatian. Hindari menggunakan obat alat balsem khusus orang dewasa kepada anak. Hal itu bisa berdampak pada kulit dan saluran napas yang masih rentan.

Apabila kondisi anak tidak membaik, segera membawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius dan bisa diketahui penyakitnya.

Itulah penjelasan mengenai penyakit flu pilek dan batuk pada anak yang bisa jadi referensi baik orang tua. Semoga berguna, ya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video K-Talk: Konser 'XX: COSMOS' BIGBANG di Korea Seseru Apa Sih?"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads