Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah beberapa kasus dilaporkan terjadi di berbagai belahan dunia. Virus ini tergolong berbahaya karena tingkat kematiannya yang tinggi, namun kerap tidak disadari keberadaannya di lingkungan sekitar kita.
Memahami cara pencegahannya menjadi langkah paling penting mengingat hingga kini belum ada vaksin maupun obat spesifik yang tersedia. Dilansir dari laman Primaya Hospital, Hantavirus adalah virus zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan tikus sebagai reservoir utamanya.
Masyarakat perlu diwaspadai, tikus bisa membawa dan menyebarkan virus ini tanpa menunjukkan gejala sakit sama sekali. Lalu, bagaimana cara efektif mencegah penularan Hantavirus? Nih detikers, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenali Cara Penularan Hantavirus
Sebelum membahas pencegahannya, penting untuk memahami bagaimana virus ini bisa menular. Penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui tiga cara utama.
Pertama, menghirup partikel virus yang berasal dari kotoran, urin, atau air liur tikus yang telah mengering dan beterbangan di udara terutama saat menyapu atau membersihkan ruangan yang menjadi sarang tikus.
Kedua, menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu tidak sengaja menyentuh hidung atau mulut. Ketiga, tergigit tikus yang terinfeksi, meski cara ini tergolong jarang terjadi.
Gejala Hantavirus baru muncul dalam 1-8 pekan setelah paparan dan sering menyerupai flu biasa, mulai dari demam, nyeri otot hebat, hingga sesak napas yang kian memburuk pada fase kritis. Jika tidak mendapat perawatan intensif, kondisi pasien bisa memburuk dan berakibat fatal dalam 24-48 jam.
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
Dilansir dari laman Primaya Hospital dan FAQ Hantavirus Kemenkes RI 2022, berikut tiga metode utama pencegahan Hantavirus yang dikenal dengan Seal Up, Trap Up, dan Clean Up.
1. Seal Up (Rapatkan)
Langkah pertama adalah menutup semua akses masuk tikus ke dalam rumah. Cari dan tutup lubang atau celah sekecil apapun di dinding, lantai, maupun atap rumah karena tikus bisa masuk lewat celah sekecil diameter pensil.
Simpan makanan dalam wadah plastik tebal, logam, atau kaca yang tertutup rapat, segera bersihkan makanan yang tumpah, dan simpan sampah dalam wadah tertutup agar tidak menjadi daya tarik bagi tikus.
2. Trap Up (Perangkap)
Pemasangan perangkap tikus di sekitar rumah atau tempat kerja efektif menekan populasi rodensia. Jika menggunakan umpan beracun, pastikan diletakkan di tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan, dan periksa setiap minggu selama minimal 15 hari.
3. Clean Up (Bersihkan)
Ini langkah yang paling sering keliru dipraktikkan. Hindari menyapu atau menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan kotoran tikus karena justru bisa membuat partikel virus beterbangan di udara.
Cara yang benar adalah menyemprot kotoran, sarang, atau bangkai tikus dengan larutan pemutih atau desinfektan, diamkan 5-10 menit, lalu lap dengan tisu dan masukkan ke kantong plastik ganda sebelum dibuang. Setelahnya, cuci tangan hingga bersih.
Pencegahan menjadi satu-satunya perlindungan paling efektif mengingat belum tersedia vaksin untuk Hantavirus. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, risiko terpapar virus berbahaya ini dapat diminimalkan secara signifikan.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video Puan soal Hantavirus: Semua Stakeholder Lakukan Antisipasi dan Mitigasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































