Hotspot Sumsel pada Senin Tercatat 1.737 Titik, OKI Terbanyak

Sumatera Selatan

Hotspot Sumsel pada Senin Tercatat 1.737 Titik, OKI Terbanyak

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 15 Sep 2026 20:20 WIB
Sebaran 1.737 titik panas di Sumsel. Foto: Sipongi
Sebaran 1.737 titik panas di Sumsel. Foto: Sipongi (Foto: Istimewa/BPBD Sumsel)
Palembang -

Hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan, tercatat sebanyak 1.773 titik. Angka itu berdasarkan data Sipongi pada Senin, 14 September 2026 dan terbanyak terdeteksi di lahan mineral dengan 937 titik, sedangkan gambut 800 titik.

Dari jumlah itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah terbanyak jumlah hotspot yang mencapai 570 titik.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah hotspot tersebut meningkat tajam setelah empat hari sebelumnya hanya berada pada kisaran ratusan titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadi peningkatan hotspot yang cukup signifikan, setelah beberapa hari berada di kisaran ratusan titik. Kemarin (14/9) terpantau melonjak menjadi 1.737 titik. Dengan 937 titik terpantau di lahan mineral dan 800 titik di lahan gambut," ujar Sudirman, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan data tersebut, wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) terdeteksi paling banyak hotspot dengan 570 titik. Terdiri dari 262 titik di lahan mineral dan 308 titik di lahan gambut.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya Muara Enim dengan 342 hotspot (115 titik di mineral dan 227 titik di gambut), Banyuasin 261 hotspot (65 titik di mineral dan 196 titik di gambut), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebanyak 115 titik, dan Musi Banyuasin (Muba) 104 titik hotspot (79 titik di mineral dan 25 titik di gambut).

"Hotspot kemarin terdeteksi di 15 kabupaten/kota, hanya Palembang dan Lubuklinggau yang nihil," katanya.

Dia menyebut, Sumsel masih berada pada kondisi puncak musim kemarau 2026. Peningkatan jumlah titik panas harian masih berpotensi terjadi, sehingga seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sepanjang 1-14 September ini jumlah hotspot yang terdeteksi sebanyak 14.125 titik," ungkapnya.

Angka itu menjadi yang tertinggi berdasarkan data rekapitulasi hotspot secara bulanan yang tercatat sejak 2015. Sebelumnya, angka hotspot bulanan tertinggi terjadi pada Oktober 2015 yang mencapai 11.584 titik.

"Tahun ini jumlah hotspot melonjak drastis karena puncak kemarau di El Nino yang panjang," tukasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads