Hotspot September Sumsel Tembus 11.543 Titik, Tertinggi Sejak 2015

Sumatera Selatan

Hotspot September Sumsel Tembus 11.543 Titik, Tertinggi Sejak 2015

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 13 Sep 2026 19:00 WIB
Ilustrasi titik panas atau hotspot
Ilustrasi titik panas atau hotspot (Foto: ChatGPT)
Palembang -

Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan pada September tahun ini mencatat angka tertinggi dibandingkan periode yang sama sejak 2015. Sepanjang 1- 12 September 2026, hotspot Sumsel tercatat sebanyak 11.543 titik. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2015.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tingginya jumlah hotspot itu imbas fenomena El Nino yang terjadi pada tahun ini. Apalagi, September menjadi puncak musim kemarau 2026.

"Untuk September ini, jumlah hotspot yang terdata pada 1-12 September 2026 sebanyak 11.543 titik. Ini merupakan angka tertinggi jika dibandingkan periode sepanjang September sejak 2015. Peningkatan ini akibat El Nino yang panjang pada tahun ini," ujar Sudirman, Minggu (13/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman menyebut jumlah hotspot sepanjang September 2015 tercatat sebanyak 11.285 titik. Pada saat itu, kejadian karhutla di Sumsel menjadi salah satu periode yang terparah.

"Jumlah catatan hotspot tahun ini menjadi yang tertinggi pada periode September, setelah kemarin (12/9) terdeteksi 333 titik panas di Sumsel. Jumlah hotspot pada 1-12 September 2026 sudah lebih tinggi 258 titik dibandingkan total hotspot sepanjang September 2015," katanya.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita bandingkan dengan September 2015, yang saat itu juga menjadi salah satu periode karhutla terparah, angkanya 11.285 titik. Sekarang sampai 12 September sudah 11.543 titik," sambungnya.

Dari jumlah hotspot itu, terbanyak terdeteksi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) yang tercatat sebanyak 3.096 titik. Kemudian di Banyuasin 2.533 titik, Musi Banyuasin 1.816 titik, dan Muara Enim 1.456 titik. Sementara wilayah lainnya hanya berkisar puluhan titik.

Peningkatan jumlah hotspot itu, kata Sudirman menjadi perhatian Satgas Karhutla Sumsel. Pemantauan terhadap hotspot juga terus dilakukan, mengingat saat ini Sumsel masih dalam periode puncak musim kemarau.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads