Istilah mindfulness belakangan ini kerap menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Di balik popularitasnya di era digital, konsep ini sebenarnya telah lama digunakan dalam praktik meditatif hingga dunia kesehatan mental medis. Lantas, apa arti mindfulness sebenarnya, serta bagaimana tujuan, manfaat, dan cara penerapannya?
Dikutip dari buku Conquer Your Fears: Seni Melepaskan Rasa Takut karya Ayun, mindfulness bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan sebuah keterampilan mental yang dapat diasah secara bertahap. Layaknya melatih otot di tempat kebugaran, seseorang dapat melatih pikiran agar lebih fokus dan hadir sepenuhnya pada momen saat ini.
Dalam dunia psikologi dan psikiatri, mindfulness dijadikan sebagai metode terapi untuk membantu pasien mengelola stres, menghentikan kebiasaan berpikir berlebihan (overthinking), serta menjaga kestabilan emosi.
Arti Mindfulness Menurut Para Pakar
Merujuk pada buku Healthy Life: Cara Membiasakan Diri Hidup Sehat Seumur Hidup karya Ayun, mindfulness adalah kemampuan dasar manusia untuk hadir secara utuh, sadar akan posisi dan tindakan yang sedang dilakukan, serta tidak bereaksi secara berlebihan (overreactive) terhadap kondisi di sekitarnya.
Sementara itu, Jon Kabat-Zinn, penulis buku Falling Awake: How to Practice Mindfulness in Everyday Life, mendefinisikan mindfulness sebagai kesadaran yang muncul dari proses memberi perhatian secara sengaja pada momen saat ini tanpa memberikan penilaian atau penghakiman (non-judgmental).
Secara sederhana, mindfulness adalah praktik kesadaran penuh terhadap pikiran, emosi, dan sensasi fisik saat ini tanpa melabelinya sebagai hal baik atau buruk.
Simak Video "Video: Perayaan Waisak di Jakbar Pecahkan Rekor Muri Dunia"
(mep/mep)