Pemprov Jambi Perpanjang OMC demi Atasi Karhutla dan Kabut Asap

Jambi

Pemprov Jambi Perpanjang OMC demi Atasi Karhutla dan Kabut Asap

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 15 Sep 2026 05:31 WIB
Gubernur Al Haris saat membahas soal karhutla dan OMC di Jambi
Foto: Gubernur Al Haris saat membahas soal karhutla dan OMC di Jambi (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Pemerintah Provinsi Jambi kembali memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. OMC diharapkan memicu hujan sehingga dapat membantu proses pemadaman sekaligus mengurangi dampak kabut asap.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan hujan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih terdapat titik api.

"OMC akan terus kita lakukan nantinya, karena menurut saya OMC ini sangat penting dalam membantu mengatasi karhutla dan kabut asap. Tetapi kapan waktu nya kita masih berkoordinasi dengan pihak BMKG kapan waktunya," kata Al Haris, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, OMC telah di mulai pada 10 September lalu dengan sasaran wilayah yang masih mengalami kebakaran. Hasilnya dalam pelaksanaan OMC itu beberapa wilayah berhasil turun hujan beberapa hari kemudian hingga dapat mengatasi persoalan kabut asap.

"Kemaren kan sempat turun hujan, dan hasilnya juga titik api berkurang dan jumlah hotspot pun turun. Bahkan beberapa hari kemarin sempat kabut asap mulai terlihat minim sehingga membantu sekali peran OMC itu," ujar Al Haris.

ADVERTISEMENT

"Namun kan, peran OMC ini juga tidak bisa dilakukan semuanya lantaran harus mengetahui waktu yang tepat dari BMKG," lanjutnya.

Perpanjangan OMC dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih kering. Pemerintah berharap setiap peluang terbentuknya awan hujan dapat dimaksimalkan untuk membantu pemadaman karhutla.

Namun begitu, Al Haris juga menyebutkan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan OMC. Pemadaman darat dan operasi udara menggunakan water bombing tetap dilakukan secara bersamaan oleh tim gabungan.

"Di samping ada operasi udara, udara dengan water bombing, dari 4 waterbombing yang ada kita upayakan buat terus bekerja memadamkan api dari udara, dan kemudian di darat dengan jumlah petugas yang dikerahkan semua terus bekerja untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan," ujarnya

Sejauh ini, Al Haris juga menyebut bahwa total lahan yang telah terbakar telah mencapai 2.975 hektare. Lahan itu mencakup dari lahan mineral, serta lahan gambut yang ada di Muaro Jambi, Tanjabtim dan Tanjabbar.

"Total lahan yang terbakar ini sudah 2.975 hektare, nah syukurnya dari beberapa provinsi yang masuk menjadi skala prioritas karhutla, Jambi masih yang paling bawah dari beberapa provinsi itu, tetapi sama saja modelnya karena posisi kemarau ini panjang dan el nino nya sangat kuat maka sangat gampang buat lahan terbakar akibat kering," terang dia.

Hanya saja, dari kondisi El Nino yang kuat dan kemarau yang begitu panjang rata-rata lahan yang di Jambi ini terang Al Haris terbakar karena di sengaja untuk di bakar.

"Rata-rata lahan yang terbakar ini di sengaja untuk di bakar. Dan itu juga kan sudah di tangani oleh Polda Jambi untuk kasus yang ditangani oleh Polda saat ini," sebutnya.

Menurut Al Haris lahan yang terbakar karena di sengaja di bakar tersebut semuanya diketahui beralasan untuk membuka lahan baru. Padahal itu sangat di larang keras, namun para pelaku beralih membakar merupakan cara ampuh membuka lahan selain murah dan terbilang subur.

"Ini kan yang susah, padahal kita sudah mempersiapkan program yang namanya PLTB (pembukaan lahan tanpa bakar). Kita Pemprov siap memfasilitasi para petani untuk membuka lahan sesuai yang dibutuhkan," sebutnya.

Al Haris berharap, kemarau segera berlalu dan hujan bisa kembali turun dalam Atasi kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Dia juga menyebutkan untuk saat ini ada 4 titik api yang masih terbakar dan semua 4 titik itu kini sedang dalam proses pemadaman oleh Satgas.

"Saat ini tim semua sedang bekerja ekstra bagaimana pemadaman dan pendinginan terus dilakukan melihat kondisi lahan yang terbakar sulit di jangkau di darat dan angin yang begitu kuat juga jadi kendalanya. Untuk jalur udara juga terus diupayakan buat pemadaman titik api yang mana lahan masih ada terbakar dan sulit di jangkau di darat, semua kita mainkan buat pemadaman dan pendinginan buat atasi karhutla ini," tegas Al Haris.

Sebelumnya, Pemprov Jambi juga memperkuat personel penanganan karhutla. Jumlah personel disebut meningkat dari sekitar 5.900 menjadi lebih dari 7.000 orang untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Sejak hujan tak turun, kondisi karhutla kembali meningkat, bahkan cuaca udara pagi ini juga memburuk lantaran kabut asap yang pekat. Kondisi itu, berbeda dari dua hari sebelumnya yang lebih baik saat di guyur hujan setelah OMC dilaksanakan.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads