Potensi gempa bumi megathrust kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pembahasan potensi gempa megathrust bukanlah informasi baru, melainkan isu kebencanaan yang telah dipetakan oleh para ahli sejak sebelum tragedi gempa dan tsunami Aceh 2004.
BMKG menegaskan bahwa penyampaian peta potensi ini bukanlah peringatan dini (early warning) yang menandakan gempa akan terjadi dalam waktu dekat. Informasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali keberadaan zona megathrust, seperti segmen Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, yang dikategorikan sebagai seismic gap agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan.
Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian gempa megathrust, tingkat bahaya, hingga panduan menyikapi isu yang beredar untuk pembaca detikers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Gempa Bumi Megathrust
Merujuk pada penelitian dalam Jurnal Analisis Sentimen Potensi Gempa Megathrust di Indonesia (Mikhael Christian dkk), gempa megathrust adalah jenis gempa bumi berskala besar yang terjadi di zona subduksi-titik pertemuan tempat lempeng tektonik bumi saling bertubrukan dan menunjam.
Indonesia berisiko tinggi mengalami gempa megathrust karena terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik aktif dunia:
- Lempeng Indo-Australia di bagian selatan/barat
- Lempeng Eurasia di bagian utara
Lempeng Pasifik di bagian timur
Di sepanjang zona subduksi ini, Indonesia dikelilingi oleh 13 zona megathrust. Dua segmen yang kini menjadi perhatian utama BMKG adalah Megathrust Mentawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda. Kedua zona tersebut telah mengalami seismic gap (kekosongan gempa besar) selama lebih dari 200 tahun, sehingga tumpukan energi tektoniknya perlu diwaspadai.
Seismic gap adalah area patahan tektonik aktif yang sudah lama tidak mengalami gempa besar. Karena siklus gempa tektonik berulang dalam kurun ratusan tahun, area seismic gap menyimpan potensi pelepasan energi gempa yang signifikan di masa mendatang.
Bahaya dan Analogi Gempa Megathrust
Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Gayatri Indah Marliyani, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pemahaman mengenai bahaya sesar aktif dan megathrust di selatan Jawa sangat krusial sebagai fondasi mitigasi bencana. Dalam tiga dekade terakhir, wilayah selatan Jawa pernah dihantam gempa megathrust yang memicu tsunami, yaitu di Banyuwangi (1994) dan Pangandaran (2006).
Mengutip buku Ilmu Kebumian untuk Kajian Kebencanaan karya Hijrah Saputra, gempa di zona subduksi laut sangat berbahaya karena berpotensi kuat memicu tsunami.
Analogi Terjadinya Megathrust dan Tsunami:
- Gesekan Lempeng: Bayangkan dua balok kayu besar yang ditekan dan didorong berlawanan arah. Gesekan membuat balok tertahan hingga akhirnya melenting mendadak dengan bunyi "krak" yang keras. Lentingan mendadak inilah yang dinamakan gempa.
- Terjadinya Tsunami: Ketika satu balok menunjam ke bawah balok lain di dasar laut, daya dorong yang mengumpul akan membuat lempeng atas melengkung lalu terangkat secara tiba-tiba. Pengangkatan dasar laut secara mendadak ini akan memindahkan volume air laut dalam jumlah masif ke permukaan dan menciptakan gelombang tsunami.
Cara Menyikapi Isu Gempa Megathrust
Para pakar geologi UGM menegaskan bahwa pembukaan data potensi megathrust sama sekali tidak bertujuan untuk menimbulkan kepanikan atau menakut-nakuti publik, melainkan sebagai dasar perancangan skenario mitigasi bencana yang terukur.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah dalam menyikapi isu ini antara lain:
- Edukasi dan Mitigasi Struktural: Mengarahkan pembangunan infrastruktur dan pemukiman dengan standar bangunan tahan gempa.
- Paham Jalur Evakuasi: Mengenali rute evakuasi mandiri dan titik kumpul aman di wilayah pesisir pantai.
- Penyaringan Informasi (Saring sebelum Sharing): Tidak mudah terpengaruh oleh narasi hoaks atau judul sensasional yang meramalkan tanggal dan jam terjadinya gempa, sebab gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti waktu terjadinya.
- Pantau Saluran Resmi: Selalu memperbarui informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.
Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
