Sebanyak 58 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di 14 kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (12/9/2026). Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan karhutla di OKI tercatat sebanyak 10 kejadian di berbagai wilayah. Disusul Ogan Komering Ulu (OKU) dengan 7 kejadian.
"Total ada 58 kejadian di 14 daerah yang mengalami karhutla di Sumsel pada Sabtu kemarin. Jumlah kejadian itu kembali mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir," ujar Sudirman, Minggu (13/9/2026).
Selain OKI dan OKU, sejumlah daerah lainnya juga mencatat kejadian karhutla. PALI, Palembang, dan Prabumulih masing-masing mencatat 6 kejadian.
Kemudian Musi Banyuasin (Muba) tercatat mengalami 5 kejadian karhutla. Sementara Banyuasin dan Muara Enim masing-masing mencatat 4 kejadian.
Selanjutnya, Ogan Ilir tercatat mengalami 3 kejadian. Lahat dan Musi Rawas (Mura) masing-masing mencatat 2 kejadian.
Lalu, OKU Timur, Empat Lawang, dan Pagar Alam masing-masing tercatat mengalami 1 kejadian karhutla.
Dari total 58 kejadian karhutla tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 189,47 hektare. Petugas gabungan telah melakukan upaya pemadaman terhadap sejumlah titik karhutla yang ditemukan.
"Dari jumlah 58 kejadian di 14 kabupaten/kota itu, luas lahan yang terbakar mencapai 189,47 hektare. Dengan 33,3 hektare di antaranya berhasil diatasi oleh satgas darat dan udara," katanya.
Meski demikian, masih terdapat lahan yang belum berhasil dipadamkan. Berdasarkan pendataan BPBD Sumsel, lahan seluas 155,17 hektare masih dalam kondisi belum padam.
"155,17 hektare di antaranya belum padam dan akan dilanjutkan proses pemadamannya hari ini," ungkapnya.
Dia menyebut, fokus penanganan pemadaman akan dilakukan di 5 daerah. Yakni di OKI dengan fokus lokasi pemadaman di Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan dan lainnya.
"Juga di Muara Enim, Muba, Banyuasin, dan Ogan Ilir yang beberapa lokasi belum padam," jelasnya.
"Tim gabungan masih terus berupaya melanjutkan proses pemadaman terhadap lahan yang masih terbakar. Penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas serta mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah Sumsel," imbuhnya.
Simak Video "Video: Blak-blakan Komisi IV DPR Soal Luasan Lahan Terbakar di 2026"
(csb/csb)