
Hotspot di Sumsel Turun, Satgas Tetap Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
Hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan sepanjang Agustus tembus 103 titik. Angkanya justru menurun dibandingkan Juli lalu.
Hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan sepanjang Agustus tembus 103 titik. Angkanya justru menurun dibandingkan Juli lalu.
Sebanyak tiga daerah di Sumsel terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu (17/8/2025). Luas lahan yang terbakar mencapai belasan hektare.
Karhutla terjadi wilayah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Luas lahan 2,5 hektare terbakar dan masih menyisakan asap di Kecamatan Lais dan Jirak Jaya.
Sebanyak 14 daerah di Sumsel sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabupaten Ogan Ilir menjadi yang terbanyak dengan 65 kejadian.
Kebakaran hutan di Sumatera Selatan mencapai 107 kejadian hingga 28 Juli 2025, dengan Ogan Ilir sebagai wilayah paling parah. Data dari BPBD Sumsel.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq memimpin apel siaga pengendalian karhutla di Sumsel. Apel dilakukan jelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi Agustus.
Sumatera Selatan berstatus darurat karhutla dengan 9 titik api di 3 kabupaten. Polda Sumsel melakukan pemadaman dan imbauan untuk menjaga hutan.
Pemkab Musi Rawas dan Ogan Ilir resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Total sudah 10 daerah di Sumsel yang menetapkan karhutla.
Karhutla di Sumsel sudah terjadi di lima kabupaten/kota. Ogan Ilir menjadi daerah yang paling banyak terjdi karhutla dengan 18 kejadian.
Lima daerah di Sumsel, telah menetapkan status siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Berikut lima daerah di Sumsel yang naik status karhutla.