10 Daerah Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, Muba-OKI Catat 102 Kejadian

Sumatera Selatan

10 Daerah Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, Muba-OKI Catat 102 Kejadian

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 05 Agu 2026 05:30 WIB
Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan karhutla di Sumsel
Foto: Ilustrasi karhutla dipadamkan (Dok. Manggala Agni)
Palembang -

Daerah berstatus zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus bertambah. Kini, sudah 10 kabupaten/kota masuk kategori itu. Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, mencapai ratusan kejadian.

"Status zona merah kini bertambah menjadi 10 darerah, setelah kejadian karhutla di OKU Timur menjadi 34 kejadian. Sementara untuk jumlah kejadian karhutla terbanyak di Muba dan OKI yang kini mencapai 102 kejadian," ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Selasa (4/8/2026).

Selain tiga kabupaten itu, daerah yang masuk kategori zona merah adalah Ogan Ilir 95 kejadian, Banyuasin 91 kejadian, PALI 79 kejadian, Muara Enim 62 kejadian, Palembang 38 kejadian, Muratara 37 kejadian, OKU 33 kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dua daerah masih berada pada kategori zona oranye atau mencatat 15-30 kejadian karhutla, yakni Musi Rawas (Mura) 20 kejadian dan Prabumulih 25 kejadian.

Sedangkan daerah lainnya masih masuk kategori zona kuning dengan jumlah kejadian karhutla di bawah 15 kasus. Yakni, Lahat 8 kejadian, Empat Lawang 5 kejadian, OKU Selatan 4 kejadian, Lubuklinggau 2 kejadian, dan Pagar Alam 1 kejadian.

ADVERTISEMENT

Menurut Sudirman, tren peningkatan daerah zona merah menunjukkan ancaman karhutla di Sumsel masih tinggi selama musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

"Data per kemarin (3/8), jumlah kejadian karhutla masih tinggi. Jika sebelumnya 37 kejadian karhutla, kemarin 36 kejadian. Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan lahan yang terbakar, kami juga meminta untuk dilaporkan secepatnya agar ditangani lebih dini," ungkapnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads