Sebanyak 60 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Kamis (01/9/2026). Di tengah kondisi itu, kualitas udara di Kecamatan Rawas Ilir masuk kategori sangat tidak sehat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono mengatakan kondisi kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan satu kecamatan berada dalam kategori sangat tidak sehat, empat tidak sehat, dan dua sedang.
"Kecamatan Rawas Ilir menjadi satu-satunya wilayah dengan kualitas udara kategori sangat tidak sehat. Sedangkan Karang Dapo, Karang Jaya, Rupit, dan Rawas Ulu masuk kategori tidak sehat. Adapun Kecamatan Nibung dan Ulu Rawas masih berada pada kategori sedang," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk hotspot, puluhan titik itu tersebar di lima kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Karang Dapo sebanyak 38 titik, Rawas Ilir 15 titik, Rupit 4 titik, Karang Jaya 2 titik, dan Ulu Rawas 1 titik.
"Jumlah hotspot pada Kamis (10/9/2026) ada 60 titik. Titik terbanyak berada di Kecamatan Karang Dapo dengan 38 titik," katanya.
Mugono menyebut luas lahan yang terbakar akibat karhutla sejak bulan Juni hingga awal September 2026 mencapai 28 hektare.
Khusus kebakaran yang terjadi hari ini, titik api berada di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya. Di Kecamatan Rupit, kebakaran terjadi di Desa Noman dengan luas lahan terbakar sekitar 5,6 hektare dan Desa Maur Baru sekitar 0,6 hektare.
"Sementara untuk di Kecamatan Karang Jaya, Desa Rantau Jaya masih dihitung (luas lahan terbakar)," ujarnya.
Mugono mengatakan kebakaran di tiga desa tersebut hingga kini belum sepenuhnya padam. Petugas masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.
"Ketiga desa tersebut terbakar siang tadi dan sampai saat ini masih belum padam. Sekarang masih dalam proses pemadaman," katanya.
