ISPA Agustus di Sumsel Melonjak, Tembus 47.020 Kasus

Sumatera Selatan

ISPA Agustus di Sumsel Melonjak, Tembus 47.020 Kasus

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Jumat, 11 Sep 2026 10:00 WIB
Kondisi kabut asap menyelimuti Kota Palembang
Kondisi kabut asap di Palembang. (Foto: Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan meningkat pada Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat 47.020 kasus, naik 8.675 kasus dibandingkan Juli.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan kenaikan tersebut menjadi perhatian karena kasus ISPA sebelumnya hanya berkisar 30 ribuan kasus dalam tiga bulan terakhir.

"Kenaikan kasus pada Agustus menjadi perhatian karena sebelumnya jumlah kasus ISPA di kisaran 30 ribuan pada Mei-Juli," ujar Ira, Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Mei lalu, Dinkes mencatat jumlah ISPA sebanyak 36.395 kasus. Juni turun menjadi 36.294 kasus dan Juli melonjak menjadi 38.345.

Meski mengalami kenaikan dibandingkan Juli, jumlah kasus ISPA pada Agustus 2026 masih lebih rendah dibandingkan Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

"Jumlah kasus Agustus 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025 tercatat 50.320 kasus," ungkapnya.

Secara kumulatif sejak Januari-Agustus 2026, Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumsel. Tercatat 113.883 kasus di wilayah tersebut.

Setelah Palembang, kasus kumulatif tinggi tercatat di Muara Enim sebanyak 39.692 kasus, Musi Banyuasin 25.174 kasus, Banyuasin 19.728 kasus dan Lahat 17.707 kasus.

Beberapa daerah lain juga mencatat angka cukup tinggi, yakni Musi Rawas 17.458 kasus, OKU Timur 17.299 kasus, OKI 15.242 kasus, Ogan Ilir 14.917 kasus, Lubuklinggau 14.538 kasus, dan Prabumulih 12.932 kasus.

Ira mengatakan peningkatan tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah. Namun, ada sejumlah daerah yang mencatat lonjakan cukup besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Beberapa daerah justru menunjukkan peningkatan kasus pada 2026. Musi Rawas, misalnya, mencatat 17.458 kasus hingga Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan 13.300 kasus pada 2025," jelasnya.

Kenaikan juga terjadi di Ogan Ilir. Jumlah kasus di daerah tersebut meningkat dari 4.079 kasus pada 2025 menjadi 14.917 kasus pada 2026. Sementara di Pagar Alam, kasus ISPA mencapai 4.437 kasus hingga Agustus 2026, naik dibandingkan 636 kasus pada 2025.

Dinkes Sumsel juga mencatat kasus harian cukup tinggi pada awal September. Di Palembang, misalnya, terdapat 344 kasus pada 1 September, 346 kasus 2 September, 322 kasus 3 September, 294 kasus 4 September, 341 kasus 5 September dan meningkat menjadi 445 kasus 7 September.

Dinkes Sumsel terus memantau perkembangan ISPA di seluruh kabupaten/kota, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla.

"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di area yang terpapar asap," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads