Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya-Tidak Sehat

Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya-Tidak Sehat

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Rabu, 09 Sep 2026 15:30 WIB
Kabut asap masih selimuti wilayah Palembang.
Kualitas udara di Palembang masih berbahaya. Foto: (Foto: A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Dalam tiga hari berturut-turut, kualitas udara di Palembang tercatat berbahaya atau berada pada level hitam. Buruknya kualitas udara itu terjadi setiap dini hari. Kondisinya membaik ketika siang hari, meski masih dalam kategori tidak sehat.

Angka partikulat halus atau PM2.5 Musi 2 Palembang pada Rabu (9/9/2026) dini hari tercatat di atas 400 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tertinggi pernah tercatat pada Senin (7/9), sebesar 600 µg/m³.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kualitas udara masih belum membaik berdasarkan data angka PM2.5 dalam tiga hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan angka PM2.5 itu terjadi pada Senin dini hari dan Selasa dini hari. Kualitas udara kian memburuk hingga statusnya berbahaya. Tetapi pada Rabu angka PM2.5 mengalami penurunan, namun tetap berstatus berbahaya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Catatan angka PM2.5 itu menjadi yang tertinggi pada saat musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Meski kabut asap sangat pekat, dia memastikan kondisi itu bukan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Melainkan dampak dari karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Sumsel.

"Dari monitoring BMKG dan pengecekan lapangan, tidak ada debu erupsi yang sampai ke Palembang. Asap ini sumbernya dari karhutla," ungkapnya.

Dia menyebut, angin pada saat ini didominasi dari monsun Australia. Angin yang berhembus bergerak ke arah barat laut atau berasal dari karhutla di wilayah OKI.

"Iya, karena memang dominan monsun Australia," jelasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads