Kualitas Udara di Palembang Memburuk, Sangat Berbahaya Saat Dini Hari

Sumatera Selatan

Kualitas Udara di Palembang Memburuk, Sangat Berbahaya Saat Dini Hari

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 08 Sep 2026 15:53 WIB
Suasana Kota Palembang yang diselimuti kabut asap
Foto: Suasana Kota Palembang yang diselimuti kabut asap (Dok. Istimewa)
Palembang -

Dua hari berturut-turut, kualitas udara di Palembang tercatat berbahaya atau berada pada level hitam. Bahkan, angka partikulat halus atau PM2.5 mencapai angka tertinggi. Buruknya kualitas udara itu terjadi pada setiap dini hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan berdasarkan data PM2.5 Musi 2 Palembang pada Senin (7/9) dan Selasa (8/9) dini hari, angka PM2.5 tercatat di kisaran 500-600 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

"Kenaikan angka PM2.5 itu terjadi pada Senin dini hari dan Selasa dini hari. Kualitas udara kian memburuk hingga statusnya berbahaya," ujar Wandayantolis, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan angka PM2.5 itu menjadi yang tertinggi pada saat musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini.

"Catatan tertinggi terjadi pada Senin dini hari, yang angkanya di atas 600 µg/m³," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Jarak pandang pada saat itu di bawah 500 meter," sambungnya.

Meski kabut asap sangat pekat, dia memastikan kondisi itu bukan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Melainkan dampak dari karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel.

"Dari monitoring BMKG dan pengecekan lapangan, tidak ada debu erupsi yang sampai di Palembang. Asap ini sumbernya dari karhutla," ungkapnya.

Dia menyebut, angin pada saat ini didominasi dari monsun Australia. Angin yang berhembus bergerak ke arah barat laut atau berasal dari karhutla di wilayah OKI.

"Iya, karena memang dominan monsun Australia," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads