Kemarau Bengkulu Lebih Panjang, Pemprov Bentuk Tim Jaga Api

Bengkulu

Kemarau Bengkulu Lebih Panjang, Pemprov Bentuk Tim Jaga Api

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 03 Sep 2026 22:00 WIB
ScreensKawasan Pesisir di Bengkuluhot
Foto: Kawasan Pesisir di Bengkulu (Dok. Istimewa)
Bengkulu -

Musim kemarau di Provinsi Bengkulu diprediksi berlangsung lebih panjang dari perkiraan awal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu memperkirakan kondisi kemarau masih akan berlangsung hingga akhir September 2026.

Kondisi kemarau tahun ini juga disebut lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor El Nino menjadi salah satu pemicu yang membuat periode kering berlangsung lebih lama.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu, Luhur Tri Uji Prayitno mengatakan, kondisi El Nino saat ini masih berada pada fase yang berpengaruh terhadap pola cuaca di wilayah Bengkulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk El Nino saat ini masih dalam posisi Nino 3.4 dan minus 22. Hal ini yang akan memicu musim kemarau menjadi lebih panjang dari prediksi awal," kata Luhur, Selasa (2/9/2026).

Menurutnya, dalam satu bulan ke depan sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu masih berpotensi mengalami kondisi kemarau. Sementara itu, peningkatan curah hujan diperkirakan mulai terjadi pada Oktober mendatang.

ADVERTISEMENT

BMKG menyebut dampak kemarau paling terasa di wilayah pesisir Bengkulu. Suhu udara yang lebih panas dan kondisi udara yang relatif kering membuat masyarakat di kawasan tersebut lebih merasakan kondisi kemarau tahun ini.

"Memang dirasakan lebih panas dibandingkan musim kemarau sebelumnya, terutama wilayah pesisir pantai," ujar Luhur.

Selain kondisi cuaca yang lebih panas dan kering, BMKG juga mendeteksi kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Ketiga wilayah tersebut disebut termasuk kawasan yang paling terdampak kondisi kemarau tahun ini.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di tengah kondisi cuaca yang kering.

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu bergerak cepat mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang. Wakil Gubernur Bengkulu Mian menginstruksikan pembentukan 'Tim Jaga Api' mulai hari ini untuk mengawasi wilayah rawan kebakaran.

Pembentukan tim ini dilakukan karena kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan informasi BMKG Bengkulu, musim penghujan diprediksi baru mulai terjadi sekitar akhir Oktober.

Artinya, terdapat periode cukup panjang yang harus diantisipasi, terutama terhadap munculnya titik panas dan kebakaran di kawasan hutan maupun lahan.

Mian mengatakan, Tim Jaga Api akan difokuskan untuk melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Tim juga diminta menyiapkan dukungan sarana, termasuk mobil tangki air, untuk mengantisipasi jika ditemukan titik api.

"Ini dibentuk Tim Jaga Api yang terus dilakukan patroli melalui sawah-sawah perusahaan, mobil tangki air. Ini jangan dianggap gampang, meski Bengkulu tidak termasuk sorotan dalam musibah kebakaran hutan dan lahan," kata Mian.

Menurut Mian, kondisi Bengkulu yang saat ini belum menjadi salah satu daerah dengan sorotan utama karhutla secara nasional tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.

Justru dengan kondisi cuaca yang masih kering, pencegahan harus dilakukan sejak dini sebelum kebakaran meluas dan sulit dikendalikan.

Dengan pembentukan Tim Jaga Api, Pemprov Bengkulu berharap potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal. Patroli dan pengawasan juga akan diperkuat selama periode kemarau sebelum curah hujan kembali meningkat.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads