Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kebun, masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mendirikan Posko Induk Siaga Karhutla hingga pembentukan pos komando di kecamatan-kecamatan rawan sebagai kesiapsiagaan penanganan kebakaran.
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri langsung Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumsel Herman Deru beserta Pemkab Muba di Griya Agung, Palembang pada Senin (31/8/2026).
Sekda Muba Syafaruddin mengatakan pihaknya terus melakukan langkah penanggulangan Karhutla secara terpadu. Menurutnya, persoalan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat dilapangan, khususnya pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak dalam satu komando, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan di lapangan hingga mitigasi agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto menjelaskan kondisi terkini Karhutla di Kabupaten Muba. Berdasarkan data, saat ini tercatat terdapat 192 lokasi kejadian Karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai 228 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 lokasi telah dilakukan penanggulangan dan pemadaman.
Karhutla terjadi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Lais tercatat 43 lokasi, Bayung Lencir 41 lokasi, Sekayu 41 lokasi dan Sungai Keruh 30 lokasi. Selain itu, kejadian juga terpantau di Kecamatan Batang Hari Leko sebanyak 11 lokasi, Sanga Desa enam lokasi, Lalan enam lokasi, Lawang Wetan enam lokasi, Sungai Lilin empat lokasi, Plakat Tinggi tiga lokasi, Keluang tiga lokasi, Tungkal Jaya dua lokasi dan Babat Supat dua lokasi.
"Data ini menunjukkan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. BPBD bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan dan memperkuat kesiapsiagaan agar setiap kejadian dapat segera direspons," ujarnya.
Tak hanya menangani titik kebakaran yang telah terjadi, lanjut Marko, Pemkab Muba juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat respons di lapangan.
"Salah satunya dengan mengoperasikan Posko Induk Siaga Karhutla di Sekayu. Posko tersebut didukung empat regu piket yang standby selama 24 jam," katanya.
"Selain Posko Induk di Sekayu, Pemkab Muba juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Asap akibat Karhutla dan kebun di 15 kecamatan rawan," sambungnya.
BPBD Muba juga menempatkan dua hingga lima personel untuk menjangkau lokasi kejadian terdekat apabila terjadi Karhutla. Di masing-masing kecamatan, penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan.
