Palembang - Kualitas udara di Kota Palembang, memburuk pada Rabu (2/9/2026) dini hari hingga pagi. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Stasiun Musi 2 terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara mengalami peningkatan konsentrasi partikulat sejak dini hari. Kondisi tersebut masih bertahan hingga pagi ini.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis meminta masyarakat tetap waspada di tengah buruknya kualitas udara yang terjadi hingga kini. Dia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi udara yang tidak sehat terutama perlu diwaspadai masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Dia menyebut, pada pukul 00.00 WIB, angka PM2.5 yang tercatat alat sebesar 101,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pukul 01.00 WIB-03.00 WIB naik menjadi 120,4-148,5 µg/m³.
"Hingga pukul 04.00 WIB naik lagi ke level merah atau sangat tidak sehat dengan 161,3 µg/m³," katanya.
Kondisi udara mulai membaik sejak pukul 05.00 WIB-08.00 WIB menjadi 81,7-63,7 µg/m³. Meski begitu, angka yang terpantau tersebut masih masuk level tidak sehat.
Dia menyebut, kualitas udara di Palembang dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh keberadaan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sumsel.
"Khususnya asap karhutla di wilayah OKI dan sekitarnya," ungkapnya.
