Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pentingnya memperkuat operasi darat sebagai strategi utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia meminta seluruh pihak tidak mengandalkan hujan untuk mengatasi karhutla, melainkan memperkuat pasukan di lapangan dengan melibatkan masyarakat desa.
"Pertama, jangan berharap hujan. BMKG menyampaikan bibit-bibit air sudah ada, tetapi hujan merata baru Oktober. Kedua, operasi darat sangat penting. Harus memperkuat pasukan darat, caranya dengan memberdayakan warga desa. Usulan satgas darat segera kami nantikan," ujar Deru saat rapat terbatas penanganan karhutla di Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31/8/2026).
Menurutnya, penguatan satgas darat perlu segera dilakukan agar pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Khususnya di wilayah OKI yang memiliki kejadian karhutla cukup luas. Kesiapan perangkat desa lanjutnya, menjadi salah satu kunci penanganan kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memperkuat operasi darat, Pemprov Sumsel juga telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga malam hari. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dan mengendalikan karhutla.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan data terkini terkait kondisi karhutla di Sumsel. Saat ini tercatat 11 titik api (fire spot) di Sumsel, dengan 5 titik di antaranya berada di OKI. Luas lahan yang terbakar di OKI mencapai 21 hektare, sedangkan total luas lahan yang terbakar di Sumsel hingga Minggu (30/8/2026) malam mencapai 64 hektare.
"Dari total tersebut, 17 hektare lahan telah dipadamkan. Sebanyak 2,5 hektare melalui operasi udara dan 15 hektare melalui operasi darat. Ini sangat penting dan sangat diharapkan," jelas Suharyanto.
Dia juga menyampaikan pada 1-4 September terdapat potensi hujan di wilayah Sumsel. Meski demikian, Suharyanto meminta seluruh pihak tidak lengah dan tetap melakukan upaya pemadaman secara maksimal.
"Pemadaman api membutuhkan kerja sama semua pihak. Sumsel punya 4 helikopter water bombing. Jika masih ada yang terbakar, mari berjibaku memadamkannya," ujarnya.
BNPB juga mendorong percepatan administrasi bagi petugas yang bertugas di lapangan. Hal ini diperlukan agar para personel yang terlibat langsung dalam operasi penanganan karhutla dapat memperoleh dukungan sesuai ketentuan.
"Kepada Dansatgas OKI, pasukan yang di lapangan yang memang berjibaku segera didaftarkan untuk mengajukan uang harian. Kondisi ideal memang tidak memungkinkan, setidaknya kita terus berusaha dengan peralatan yang ada," tambahnya.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyepakati arahan untuk memperbanyak pasukan darat dalam penanganan karhutla. Dia menilai operasi di lapangan harus diperkuat dengan pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan secara jelas agar pemadaman dapat dilakukan secara efektif.
"Saatnya sekolah (terjun) di lapangan. OMC tetap dilakukan di mana pun karena membantu kelembapan dan mengantisipasi karhutla. Atur betul jadwal dan peta perjalanan pasukan darat dalam memadamkan api," katanya.
Dia juga mengumumkan bahwa pada hari ini (1/9) akan ada satu pesawat tambahan dari Rusia untuk mendukung operasi water bombing di Sumsel.
"Ini adalah all out work. Apa pun harus dikerjakan, bahkan secara spiritual. Bulan perjuangan kita adalah di bulan September," tegasnya.
Sementara itu, Bupati OKI memaparkan kesiapan daerah dalam mendukung operasi penanganan karhutla. Dari 107 desa yang menjadi prioritas penanganan karhutla, Pemkab OKI telah menyiapkan daftar nama warga yang akan membantu satgas darat sekaligus menerima dukungan stimulus.
