Pemkot Palembang Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Karhutla

Sumatera Selatan

Pemkot Palembang Siapkan Tim Reaksi Cepat Tangani Karhutla

Irawan - detikSumbagsel
Selasa, 01 Sep 2026 22:40 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa
Foto: Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Irawan)
Palembang -

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kekeringan dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.

Ratu Dewa memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (1/9/2026) pagi.

Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa meminta seluruh OPD memaparkan langkah konkret dan percepatan penanganan karhutla di wilayah Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, luas lahan yang terbakar di Palembang saat ini mencapai sekitar 185 hektare. Selain itu, lahan yang mengalami kekeringan tercatat sekitar 277 hektare.

Lahan kering tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Gandus, Kertapati, dan Sematang Borang.

ADVERTISEMENT

Ratu Dewa mengatakan tim akan diturunkan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan. Penyemprotan air juga disiapkan untuk titik-titik yang dinilai berpotensi terbakar.

"Kita minta tim turun ke lapangan, termasuk mengantisipasi penyemprotan di titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran," katanya kepada wartawan, Selasa (1/9/2026)

Dewa juga menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Tim tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika ditemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu karhutla.

Ia meminta seluruh unsur terkait tidak menunggu kondisi semakin parah untuk melakukan penanganan.

"Kita ingin penanganannya cepat dan terkoordinasi. Karena itu, tim reaksi cepat harus sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Penanganan dilakukan bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran Pemkot Palembang.

Seluruh unsur diminta segera melakukan rekapitulasi titik-titik rawan karhutla. Data tersebut nantinya menjadi dasar pengajuan bantuan, termasuk kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Kabut asap akibat karhutla juga mulai berdampak terhadap sektor kesehatan. Pemkot Palembang mencatat adanya peningkatan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah fasilitas kesehatan.

Data tersebut dihimpun dari 30 rumah sakit dan puskesmas di Palembang. Meski sempat mengalami peningkatan, Ratu Dewa menyebut tren kasus ISPA mulai menurun berdasarkan pemantauan harian dan mingguan.

"Memang ada peningkatan ISPA. Tapi kalau kita lihat dari kurva mingguan dan harian, sekarang mulai ada penurunan," katanya.

Dewa menambahkan imbaunya untuk warga Palembang tidak meremehkan potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

"Saya minta masyarakat lebih waspada. Hal sekecil apa pun, hati-hati dengan api. Api kecil apa pun bisa jadi buas," tegas Ratu Dewa.

Diketahui rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya bersama kepala desa dan Gubernur Sumatera Selatan. Pemkot memastikan pemantauan dan penanganan karhutla terus dilakukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera diantisipasi.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads