Sumatera Selatan

Sumsel Ajukan 10 Helikopter dan OMC Atasi Karhutla

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 29 Apr 2026 20:00 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana (Foto: A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan (BPBD Sumsel) mulai bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Antisipasi diperkuat menyusul prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan pihaknya telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Bantuan itu berupa helikopter untuk patroli dan pemadaman.

"Sudah kita surati pemerintah pusat untuk permohonan bantuan 10 helikopter, baik patroli maupun waterbombing," ujar Iqbal, Selasa (28/4/2026).

BPBD Sumsel mengusulkan delapan helikopter waterbombing dan dua helikopter patroli. Namun, jumlah yang akan disetujui masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga mengusulkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi kekeringan. Menurut Iqbal, usulan OMC penting mengingat luas lahan gambut di Sumsel mencapai 2 juta hektare atau 24 persen dari total wilayah.

"Kita ajukan OMC untuk membasahi lahan, khususnya gambut. Harapannya saat puncak kemarau masih ada cadangan air," ujarnya.

BPBD juga mendorong peran dunia usaha dalam pencegahan karhutla. Perusahaan perkebunan dan kehutanan diminta siaga dengan mengaktifkan sarana pengendalian kebakaran.

Perusahaan diimbau mengaktifkan regu pemadam kebakaran (RPK) serta memastikan embung dan kanal berfungsi optimal.

"Ini penting supaya saat kemarau kita tetap punya sumber air," jelasnya.

Diketahui, hingga kini tiga daerah di Sumsel telah menaikkan status siaga karhutla. Ketiganya yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin (Muba).

Wilayah rawan karhutla lainnya juga didorong untuk menaikkan status, mengingat prediksi BMKG pada Mei mendatang sudah memasuki musim kemarau.



Simak Video "Video Menteri LH Minta Pemda Tetapkan Siaga Darurat di Wilayah Rawan Karhutla"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork