BPBD Sumsel Akan Tetapkan Siaga Karhutla Usai Apel, Ajukan 10 Helikopter

Sumatera Selatan

BPBD Sumsel Akan Tetapkan Siaga Karhutla Usai Apel, Ajukan 10 Helikopter

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 06 Apr 2026 06:30 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana (Foto: A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan akan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum pelaksanaan apel siaga 22 April mendatang. BPBD juga akan mengajukan 10 helikopter.

Penetapan status siaga tersebut juga menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mengusulkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat, khususnya bantuan helikopter untuk operasi penanganan karhutla.

"Setelah kita menetapkan status siaga, baru akan mengajukan helikopter water bombing dan patroli udara. Penetapan status itu sebagai dasar pengajuan bantuan ke BNPB," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana, Minggu (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penanganan dengan helikopter dinilai krusial guna mempercepat respons pemadaman, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.

"Pemantauan dan pemadaman karhutla lebih efektif dengan helikopter," katanya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kebutuhan, Sumsel setidaknya membutuhkan 10 helikopter untuk penanganan karhutla. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, kebutuhan itu akan melihat kondisi karhutla yang akan terjadi di Sumsel.

"Termasuk juga melihat efisien anggaran dari pemerintah. Tapi, nantinya akan melihat kondisi karhutla yang terjadi di Sumsel," tambahnya.

Dia menambahkan, tindakan cepat terhadap kejadian karhutla yang terjadi akan dimaksimalkan agar api tidak menyebar luas. Penanganan yang tak bisa dilakukan tim darat, akan dilakukan helikopter water bombing.

"Laporan karhutla dari patroli udara akam dilakukan tindakan cepat agar api tak membesar," tambahnya.

Sebelumnya, BPBD menyebut 12 daerah di Sumsel termasuk dalam wilayah rawan karhutla. Ke-12 daerah itu adalah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Lahat. Kemudian Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads