Rendang-Makanan Pedas Tak Direkomendasikan untuk Jemaah Haji Sumsel

Sumatera Selatan

Rendang-Makanan Pedas Tak Direkomendasikan untuk Jemaah Haji Sumsel

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 18 Apr 2026 17:27 WIB
Pengecekan menu jemaah haji Sumsel 2026.
Foto: Pengecekan menu jemaah haji Sumsel 2026. (Dok. Dinkes Sumsel)
Palembang -

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman tak merekomendasikan menu rendang bagi jemaah haji 2026 ketika dalam penerbangan kepada maskapai. Makanan khas Sumatera Barat itu dinilai pedas, sehingga berpotensi menyebabkan sakit perut.

"Rendang itu agak pedas, untuk penerbangan tidak direkomendasikan. Jadi diganti daging ayam atau ikan saja. Karena risiko rendang pedas itu bisa menyebabkan perut sakit, sehingga jemaah bisa sering ke toilet. Jadi menu dipilih yang lebih aman," ujar Trisnawarman.

Penggantian lauk itu telah diusulkan saat pengecekan menu makanan untuk jemaah haji Sumsel di Asrama Haji pada 17 April lalu. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumsel ini merekomendasikan menu makanan yang aman bagi lambung guna menjaga kondisi fisik jemaah haji selama masa penerbangan dan ibadah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah preventif ini dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan pedas, asam, dan minuman bersoda. Hal itu untuk menghindari risiko gangguan perut bagi jemaah haji saat berada di dalam pesawat menuju tanah suci.

"Jangan yang asam, terlalu asam, terlalu pedas, yang minuman bersoda dan sebagainya, itu tidak kita anjurkan. Tadi sudah beberapa kami sebutkan, ada yang baik walaupun ada cabai tapi tidak pedas, itu boleh," katanya.

ADVERTISEMENT

"Tapi, menu makanan seperti rendang itu kan pedas, itu tidak kita anjurkan," sambungnya.

Trisnawarman menyebut, rekomendasi itu telah diputuskan untuk diganti dengan yang lain. Pemilihan daging ayam atau ikan sebagai penggantinya.

"Jadi, diganti daging ayam atau ikan saja untuk menunya nanti dan tidak pedas," katanya.

Selain makanan, pihak kesehatan juga mengimbau pembatasan konsumsi kopi kepada jemaah. Pihaknya menyarankan jemaah untuk mengonsumsi susu, teh, atau air putih selama pelaksanaan ibadah.

Terkait kesiapan kesehatan fisik, PPIH telah melakukan pembinaan sejak dini melalui kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) masing-masing jemaah. Mereka diminta untuk membatasi aktivitas fisik berlebihan, menjaga pola tidur, dan disiplin mengonsumsi obat pribadi agar kondisi tubuh prima saat keberangkatan.

"Membatasi aktivitas fisik berlebihan sebelum keberangkatan, jangan kurang tidur, makan dijaga, dan menjaga kesehatan," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads