Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang memastikan kesiapannya dalam menyambut musim haji tahun 2026. Tahun ini, pelayanan akan difokuskan pada jemaah lanjut usia (lansia), disabilitas, dan perempuan sesuai dengan tagline resmi yang diusung pemerintah.
"Sesuai tagline haji tahun 2026 bahwa pelaksanaan haji ini ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan," ujar Wakil Ketua PPIH Embarkasi Palembang, Azhari Rahardi, Rabu (15/4/2026).
Azhari menekankan bahwa seluruh petugas telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan maksimal. Prioritas utama ini akan diterapkan secara merata di seluruh tahapan pemberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelayanan terhadap jemaah-jemaah yang lansia, yang disabilitas itu mendapat prioritas yang utama, baik dari tingkat kabupaten, kemudian jemaah sampai di embarkasi, sampai keberangkatan ke Tanah Suci," tegasnya.
Berdasarkan data yang ada, jumlah jemaah lansia yang terdaftar di Embarkasi Palembang mencapai ratusan orang. Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya jemaah yang telah mencapai usia hampir satu abad.
"Jemaah lansia kita terdata 583, tapi yang melunasi hampir mendekati 100 orang. Dan yang tertua dari Provinsi Sumatera Selatan Embarkasi Palembang ini berusia 98 tahun," ungkap Azhari.
Untuk mengawal kelancaran ibadah Haji tersebut, sebanyak 126 personel gabungan telah disiapkan. Para petugas ini dijadwalkan akan dilantik secara serentak dalam waktu dekat.
"Panitia PPIH yang akan dilantik sebanyak 23 orang, kemudian dibantu oleh panitia pembantu PPIH Embarkasi sebanyak 103 orang," jelas Azhari.
Pelantikan ini akan dilakukan serentak di lima embarkasi pada Jumat, 17 April 2026. Saat ini, koordinasi antar-instansi terus diperkuat untuk memastikan seluruh fasilitas di Embarkasi Palembang siap memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah sebelum terbang ke Tanah Suci.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Sunarto, mengungkapkan pelayanan ramah lansia menjadi instruksi langsung dari Gubernur selaku Koordinator PPIH Embarkasi Palembang.
"Sekitar seperempat dari total jamaah kita tahun ini adalah lansia. Oleh karena itu, pelayanan lansia menjadi prioritas utama kami, mulai dari penempatan kamar di asrama hingga pendampingan medis dari RS Siti Fatimah," ujar Sunarto.
Selain fasilitas medis, Sunarto juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan jamaah melalui aturan konsumsi yang ketat. Jamaah dilarang keras mengonsumsi makanan di luar menu yang disediakan panitia guna menghindari risiko gangguan kesehatan sebelum terbang.
"Jamaah tidak boleh makan selain dari panitia. Kami ingin memastikan makanan yang dikonsumsi higienis dan sesuai standar gizi agar kondisi fisik jamaah, terutama yang lansia, tetap terjaga," tegasnya.
Tak hanya soal kesehatan, faktor keamanan dan ketertiban di Asrama Haji Palembang juga menjadi sorotan. Sunarto menginstruksikan petugas keamanan untuk mensterilkan kawasan asrama dari pihak luar yang tidak berkepentingan, termasuk pedagang.
"Pedagang tidak boleh ada, jangan sampai masuk ke dalam asrama haji. Penjagaan di pintu masuk oleh TNI dan Polri akan diperketat, hanya yang memiliki ID Card resmi yang boleh masuk," tambah Sunarto.
Langkah sterilisasi ini diambil agar jamaah bisa beristirahat dengan tenang sebelum mulai masuk asrama pada 21 Mei 2024. Adapun pelepasan kloter pertama dijadwalkan akan dilaksanakan pada 22 Mei 2024 pagi.
Sunarto berharap dengan persiapan yang matang dan koordinasi antar-stakeholder yang solid, penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam meminimalisir kendala teknis seperti armada bus.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
