Pemprov Sumsel Perketat Ramp Check Armada Haji Cegah Bus Mogok Terulang

Sumatera Selatan

Pemprov Sumsel Perketat Ramp Check Armada Haji Cegah Bus Mogok Terulang

Ani Safitri - detikSumbagsel
Kamis, 16 Apr 2026 22:20 WIB
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Palembang berjalan menuju pesawat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/5/2023). Sebanyak 354 jamaah calon haji asal Kabupaten O
Foto: Ilustrasi jemaah haji turun dari bus (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memberikan atensi serius terhadap kelayakan transportasi jemaah haji tahun 1447 H/ 2026 M. Belajar dari insiden bus mogok pada haji tahun lalu, tahun ini seluruh armada bus wajib melalui pengecekan fisik menyeluruh (ramp check) sebelum operasional dimulai.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Sumsel Sunarto, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin ada kendala teknis yang menghambat perjalanan jamaah dari asrama menuju bandara. Langkah preventif ini diambil guna memastikan kenyamanan para jemaah selama proses embarkasi berlangsung.

"Tahun lalu ada kejadian bus mogok di jalan, maka Pak Gubernur sangat mewanti-wanti agar tahun ini tidak boleh terulang lagi dan semua unit bus harus dipastikan layak jalan sebelum operasional dimulai," ujar Sunarto, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinasi dengan pihak penyedia transportasi dan Dinas Perhubungan kini diperketat untuk memantau kelayakan mesin serta fasilitas pendukung di dalam bus. Pemprov Sumsel berharap integritas pelayanan transportasi tahun ini meningkat signifikan demi menjaga suasana psikologis jemaah yang hendak beribadah.

"Kita tidak mau jemaah terlantar atau merasa was-was karena kendala kendaraan, sehingga pemeriksaan harus dilakukan secara mendalam dan bukan sekadar formalitas," tegas Sunarto.

ADVERTISEMENT

Pihak panitia juga diminta untuk pengecekan berkala pada fasilitas pendingin udara (AC) dan kebersihan interior bus. Hal ini bertujuan agar jemaah, terutama yang masuk kategori lansia, tetap merasa nyaman selama perjalanan singkat namun krusial menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

"Pemeriksaan ini meliputi semua aspek teknis bus agar tidak ada kendala sekecil apa pun saat membawa tamu Allah, karena pelayanan transportasi adalah bagian vital dari kesuksesan haji," jelas Sunarto.

Ia menginstruksikan tim pengawas transportasi untuk stand by selama masa keberangkatan guna mengantisipasi situasi darurat.

"Kami minta seluruh armada dipastikan dalam kondisi prima demi kelancaran pemberangkatan kloter pertama pada 22 Mei mendatang," pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads