Akibat dampak perang luar negeri yang terjadi saat ini membuat beberapa bahan pokok serta barang mengalami kenaikan, salah satunya yakni kedelai. Akibatnya, para perajin tahu dan tempe di Lubuklinggau pun terpaksa akan mengecilkan ukuran produksi mereka.
Salah satu pengusaha kedelai di Jalan Karya II, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II bernama Azizi mengatakan saat ini harga kedelai mencapai Rp 11.100/kg. Sebelum perang luar negeri, harga kedelai tersebut masih normal yakni Rp 10.000/kg.
"Harga kedelai sudah mulai naik sejak perang Amerika, Israel dengan Iran. Sebulan terakhir ini sudah tiga kali mengalami kenaikan, kemungkinan dalam waktu dekat harga kedelai ini akan mengalami kenaikan lagi," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Rabu (8/4/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azizi mengatakan kenaikan harga kedelai sangat berdampak kepada para perajin tahu dan tempe yang ada di Lubuklinggau.
"Kedelai naik terus harganya, sementara harga tahu dan tempe tidak bisa naik karena takutnya nanti gak ada yang beli. Paling para perajin nanti mengakalinya dengan mengubah ukuran tahu dan tempenya menjadi kecil," ungkapnya.
Azizi membeberkan dalam per minggu, permintaan kedelai miliknya mencapai hingga 20 ton lebih. Ia mengatakan permintaan tersebut merupakan dari para perajin tahu dan tempe di Lubuklinggau.
"Per minggu kita datang sampai 20 ton kedelai karena permintaan dari perajin tahu tempe se-Kota Lubuklinggau," ujarnya.
Sementara itu, salah satu perajin tahu di Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II bernama Ali mengaku saat ini para perajin tahu di Lubuklinggau kesusahan akibat harga kedelai naik tersebut.
"Jadi saat ini kan harga kedelai sudah naik terus karena dampak perang dan kedelai kan kita juga impor dari Amerika. Jadi hal ini sangat mempengaruhi produksi," ungkapnya.
Ali mengatakan hingga saat ini untuk harga tahu masih stabil yakni Rp 300 per potong. Namun ia berencana akan mengecilkan ukuran untuk menutupi biaya produksi bila harga kedelai masih naik.
"Masih harga normal yakni Rp 300 per potong. Mungkin jika ada kenaikan lagi untuk harga kedelainya, mungkin ukurannya yang dikecilkan," ujarnya.
Dalam sehari, Ali mengaku usaha tahu yang dikelolanya memproduksi ribuan tahu dengan menyediakan antara 300 sampai 400 kg kedelai.
"Dalam sehari tetap 400 kg per hari. Kalau untuk omzet, kami tidak bisa tentukan karena itu tergantung pembelinya juga. Makanya kami tetap jaga harga supaya pembeli masih tetap mau beli," tuturnya.
