Sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tengah bersiap menaikkan status siaga bencana. Ogan Komering Ilir (OKI), yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan lahan gambut terluas di provinsi ini, menjadi daerah yang diprioritaskan untuk penetapan status siaga dalam waktu dekat.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Nova Triyussanto mengatakan proses administrasi untuk menaikkan status siaga karhutla sudah hampir rampung.
"Kami sedang proses untuk menaikkan status siaga karhutla. Draf-nya sudah ada, tinggal menunggu tanda tangan Pak Bupati," jelas Nova pada Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nova menambahkan, rencananya dalam waktu dekat Pemkab OKI akan resmi menetapkan status siaga bencana karhutla. Langkah ini diambil lebih awal agar penanganan karhutla dapat dilaksanakan dengan lebih efektif.
"Kemungkinan tanggal 11 April nanti sudah ditetapkan, tapi kita tetap menunggu Pak Bupati untuk menandatanganinya," katanya.
Dengan adanya status siaga, diharapkan pihak terkait dapat melakukan upaya kesiapsiagaan, pencegahan dan penanggulangan dengan lebih maksimal. Mengingat potensi karhutla yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Diketahui, karhutla di wilayah OKI menjadi yang terluas dengan 1.361,9 hektare lahan terbakar. Rinciannya, lahan gambut yang terbakar seluas 333,4 hektare dan sisanya lahan mineral 1.028,5 hektare.
Peningkatan status ini juga menjadi perhatian penting, mengingat OKI memiliki banyak wilayah yang rawan karhutla, terutama di area dengan lahan gambut yang sangat mudah terbakar. Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel menyebut OKI menjadi daerah paling rawan karhutla.
"Ada 12 daerah rawan karhutla, OKI menjadi salah satunya," katanya.
Dia menyebut, Pemprov Sumsel berencana menaikkan status siaga sebelum pelaksanaan apel siaga 22 April mendatang. Namun, dia menyebut syarat dua daerah harus terpenuhi untuk penetapan siaga karhutla.
"Kita mendorong kabupaten/kota yang termasuk wilayah eawan untuk segera menaikkan status siaga karhutla," ungkapnya.
(dai/dai)











































