Penetapan hari pertama Ramadan merupakan momen penting yang ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada bulan ini umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan puasa satu bulan penuh.
Puasa Ramadan merupakan puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT. Perintah untuk puasa ini termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣
Arab Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Puasa Ramadan merupakan rukun Islam keempat sehingga pelaksanaannya harus memenuhi syarat wajib dan sah puasa. Berikut detikSumbagsel rangkum informasinya!
Syarat Wajib Puasa Ramadan
Dilansir dari buku Fikih karya Udin Wahyudin dkk. dan buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadan karya Ahmad Sarwat Lc, berikut ini adalah beberapa syarat wajib puasa Ramadan.
1. Beragama Islam
Puasa Ramadan diwajibkan bagi setiap orang yang beragama Islam baik laki-laki atau perempuan (jika tidak halangan). Tetapi bagi mereka yang tidak beragama Islam, kewajiban ini tidak berlaku.
2. Balig
Balig berarti seseorang telah mencapai usia dewasa sesuai dengan ketentuan syariat. Anak-anak yang belum balig tidak memiliki kewajiban untuk melakukan puasa Ramadan.
3. Berakal
Syarat lain seseorang yang telah wajib untuk menjalankan puasa adalah memiliki akal yang sehat. Seseorang yang mengalami gangguan akal, seperti pingsan atau gangguan jiwa, tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa.
4. Sehat
Puasa Ramadan juga diwajibkan untuk orang yang memiliki kondisi sehat. Jika seseorang muslim sedang sakit saat Ramadan, ia tidak wajib berpuasa. Namun, setelah sembuh tetap berkewajiban untuk mengganti puasa.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 185, yang artinya
"...Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain..."
Penyakit yang membolehkan seseorang tidak berpuasa adalah penyakit yang dapat bertambah parah atau memperlambat kesembuhan jika tetap dipaksakan berpuasa.
5. Mampu
Allah SWT hanya mewajibkan puasa Ramadan kepada orang yang memang masih sanggup menjalankannya. Akan tetapi, bagi seorang Muslim yang tubuhnya sudah lemah seperti telah lanjut usia dan secara fisik sudah tidak memungkinkan berpuasa, maka ia tidak diwajibkan berpuasa.
6. Bukan Musafir
Bagi seorang muslim yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) tidak diwajibkan untuk berpuasa Ramadan. Tetapi, puasa yang ditinggalkan tersebut wajib diganti di lain hari saat tidak dalam perjalanan jauh.
7. Suci dari Haid dan Nifas
Perempuan muslim yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa. Bahkan, jika tetap melakukan puasa dalam kondisi tersebut, hukumnya menjadi haram.
Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Aisyah RA,
"Kami (perempuan yang haid dan nifas) diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha sholat." (HR Muslim)
Simak Video "Video Pentingnya Membaca Al Fatihah Secara Sempurna sebagai Rukun Salat"
(csb/csb)