Penetapan hari pertama puasa dilakukan melalui dua metode yakni hisab dan rukyatul hilal. Saat ini, umat Islam masih menunggu kepastian awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua organisasi Islam yang menetapkan awal puasa dengan metode berbeda. Muhammadiyah memastikan kemunculan hilal dengan cara hisab atau perhitungan astronomi.
Sementara Nahdlatul Ulama memiliki metode yang sama dengan pemerintah yakni mengamati pergantian bulan baru dengan cara rukyatul hilal. Proses rukyatul hilal akan digelar di 96 titik lokasi se-Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prediksi Awal Ramadan 2026 Pemerintah
Merujuk kalender Hijriah Kemenag RI, awal puasa 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jadwal ini belum pasti karena pemerintah akan melakukan pemantauan hilal pada Selasa, 17 Februari 2026.
Hasil rukyatul hilal dan metode hisab akan dibahas dalam sidang isbat Ramadan 1447 Hijriah. Berikut rincian acaranya:
- Lokasi sidang: Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat
- Pemimpin sidang: Menteri Agama Nasaruddin Umar
- Link Live Streaming Sidang Isbat: YouTube Kemenag
Apabila hilal atau bulan sabit terlihat, puasa akan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026. Sebaliknya, jika belum tampak tanda-tanda kemunculan hilal, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari dan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penjelasan ini masih berupa estimasi dan harus menunggu keputusan resmi dari Kemenag melalui pengumuman sidang isbat. Hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Awal Ramadan 2026 Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah yang masih menunggu keputusan rukyatul hilal di akhir bulan Syaban, organisasi Muhammadiyah lebih dulu menetapkan tanggal puasa. Hal ini tertuang dalam Maklumat No.01/MLM/I.1/B/2025.
PP Muhammadiyah melakukan peninjauan ulang terhadap data astronomis global dan validasi parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Hasil tersebut memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Awal Ramadan 2026 NU
Nahdlatul Ulama belum mengumumkan hasil keputusan resmi awal puasa 2026. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Syaban.
Kendati begitu, berdasarkan Alamak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2025. Hal ini sejalan dengan perkiraan kalender Hijriah Kemenag.
Awal Ramadan 1447 H Potensi Berbeda
Dilansir detikNews, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan potensi perbedaan penentuan awal Ramadan 1447 H. Hal ini disampaikan oleh Koordinator KR Astronomi dan Observatorium, Pusat Riset Antariksa BRIN Prof Thomas Djamaluddin.
Sumber perbedaan tersebut bukan disebabkan oleh posisi hilal penentu awal Ramadan 1, melainkan karena karena 'hilal lokal' dan 'hilal global'. Hilal lokal tidak akan memenuhi kriteria hilal saat diamati pada 17 Februari 2028.
Pada hari itu, posisi hilal atau bulan masih berada di bawah ufu. Menurutnya, prediksi awal Ramadan 1447 H akan jatuh pada 19 Februari 2026. Acuan hilal lokal digunakan oleh Kemenag dan sebagian ormas Islam.
Sementara itu, berdasarkan hilal global, 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada 18 Februari 2026. Kriteria ini biasa dipakai oleh Muhammadiyah. Pada saat itu, posisi hilal telah memenuhi kriteria di Alaskan dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
Kedua prediksi tersebut bukan hal keliru bila dilihat dari segi data astronomi. Menurut Thomas, perbedaan hasil dikarenakan kriteria yang digunakan untuk lingkup lokal dan global. Keputusan resmi penetapan 1 Ramadan 1447 H masih menunggu pengumuman sidang isbat yang digelar Kemenag pada 17 Februari 2026.
Demikian penjelasan mengenai prediksi awal Ramadan 1447 H/2026 versi pemerintah, Muhammadiyah, NU, hingga penjelasan data astronomi. Semoga berguna, ya.
(mep/mep)











































