Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang rentan terserang berbagai penyakit, mulai dari gangguan kulit hingga infeksi virus. Oleh karena itu penting bagi pemilik untuk dapat mengenali apakah kucing peliharaan terkena penyakit.
Dengan memahami berbagai penyakit kucing kita dapat melakukan deteksi dini. Semakin cepat penyakit kucing terdeteksi, maka akan semakin baik bagi kesembuhan kucing.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai daftar penyakit yang sering menyerang kucing lengkap dengan gejalanya. Yuk, simak!
Daftar Penyakit yang Sering Menyerang Kucing
Dilansir dari laman My Best Friend Veterinary Center, Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji dan sumber lainnya. berikut ini sejumlah penyakit yang sering dialami kucing, antara lain:
1. Kutu Kucing
Penyakit pertama yang sering dialami oleh kucing disebabkan oleh kutu parasit yang hidup dengan cara mengisap darah. Kutu ini biasa bersarang di bulu kucing dan menimbulkan rasa gatal, sehingga kucing sering menggaruk badannya.
Jika kucing terserang kutu, beberapa gejala yang muncul antara lain:
- Bulu rontok
- Kulit kemerahan dan iritasi
- Luka pada kulit akibat garukan berlebih
- Muncul butiran hitam mirip pasir di kulit dan bulu
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membasmi kutu kucing adalah dengan memandikannya menggunakan sampo antikutu secara rutin. Jika jumlah kutu sudah terlalu banyak, detikers dapat mencukur habis bulu kucing untuk mempermudah pengobatan atau dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
2. Virus Leukemia Kucing (FeLV)
Virus Leukemia Kucing (FeLV) merupakan salah satu penyakit akibat virus yang menyerang kucing dan dapat mengancam nyawa. Virus ini sering ditemukan di lingkungan dengan banyak kucing karena penularannya melalui kucing yang terinfeksi, seperti berbagi mangkuk makan minum, saling menjilati dan sebagainya.
Gejala FeLV pada kucing bervariasi, antara lain:
- Gusi pucat atau berdarah
- Nafsu makan dan berat badan menurun
- Mudah kelelahan
- Demam
- Muntah dan diare
- Kondisi bulu terlihat kusam
- Perubahan perilaku
Penanganan penyakit ini umumnya bersifat suportif, yakni dengan cara memberikan dukungan nutrisi dan cairan, pemberian obat untuk meredakan gejala, dan pemeriksaan darah secara berkala guna memantau perkembangan virus.
3. Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD)
FLUTD merupakan istilah untuk menggambarkan berbagai gangguan pada saluran kemih bagian bawah kucing, khususnya kandung kemih dan uretra. Penyakit ini mengakibatkan kucing kesulitan untuk buang air kecil dan rasa nyeri.
Penyakit ini juga bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti infeksi bakteri, luka pada saluran kemih, batu di kandung kemih, hingga stress. Gejala FLUTD antara lain:
- Mengejan saat buang air kecil
- Urin bercampur dengan darah
- Mengeong atau tampak kesakitan saat membuang air kecil
- Terlalu sering menjilati area kelamin
Pengobatan FLUTD biasa dilakukan dengan mengangkat sumbatan yang ada pada saluran kencing dengan menggunakan alat khusus. Selain itu, dokter hewan juga memberikan obat antibiotik.
4. Cacingan
Penyakit ini dapat terjadi akibat kucing mengonsumsi makanan kotor dan terkontaminasi bakteri. Cacingan pada kucing memiliki gejala sebagai berikut:
- Perut buncit
- Berat badan menurun
- Adanya cacing di kotoran kucing
- Bulu kasar dan mudah rontok
Umumnya untuk mengobati cacingan, dokter hewan akan memberikan obat cacing untuk membunuh cacing di tubuh kucing.
5. Ringworm
Ringworm merupakan salah satu penyakit kucing yang disebabkan oleh infeksi jamur dan dapat menular ke manusia (anak atau orang dewasa). Penularan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan kulit yang terbuka atau pada benda yang telah terkontaminasi seperti karpet, sofa, bantal dan sebagainya.
Gejala penyakit ini umumnya bervariasi pada kucing, tapi gejala yang umum terjadi antara lain:
- Bulu rontok
- Kulit iritasi
- Sering menggaruk
- Muncul ruam pada bagian telinga, wajah, kaki, serta ekor
Pada kucing yang sehat, ringworm umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan tanpa pengobatan khusus. Akan tetapi, pengobatan dapat mempercepat kesembuhan pada kucing.
Simak Video "Video: 2 Hal yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Overpopulasi Kucing"
(csb/csb)