Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sering kali dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan biasa. Padahal, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Lantas, apa saja ciri-ciri ISPA serta tanda bahaya yang wajib diwaspadai?
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berdasarkan data survei Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), penyakit pernapasan masuk ke dalam daftar 10 penyakit dengan kasus tertinggi di Indonesia. Faktor risiko utamanya dipicu oleh penurunan kualitas udara dan paparan polusi.
Kondisi musim kemarau yang panjang beserta paparan udara yang tidak sehat menjadi pemicu utama seseorang rentan terserang infeksi pernapasan. Berikut panduan lengkap mengenai ciri-ciri ISPA, tanda kegawatdaruratan, dan cara penanganannya untuk pembaca detikers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, meliputi hidung, sinus, tenggorokan (faring/laring), bronkus, hingga paru-paru. Infeksi ini disebabkan oleh patogen berupa virus, bakteri, atau jamur.
Dilansir dari laman Rumah Sakit Pondok Indah, pada umumnya gejala ISPA tergolong ringan hingga sedang pada orang dewasa sehat. Namun, bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta (komorbid) atau sistem imun lemah, ISPA dapat berkembang pesat menjadi kondisi pneumonia yang mengancam jiwa.
Ciri-Ciri dan Tanda Bahaya ISPA
Dikutip dari panduan medis Rumah Sakit Pusat Pertamina, berikut adalah beberapa ciri dan tanda bahaya ISPA yang perlu diwaspadai:
1. Sesak Napas atau Napas Cepat
- Orang Dewasa: Frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit.
- Anak-Anak (usia 1-5 tahun): Frekuensi napas lebih dari 40 kali per menit.
- Tanda Bahaya: Dada terasa berat, tarikan dinding dada ke dalam (retraksi), serta kesulitan berbicara kalimat panjang.
2. Demam Tinggi
Demam dengan suhu tubuh melebihi 38°C yang berlangsung lebih dari tiga hari mengindikasikan adanya infeksi bakteri yang membutuhkan evaluasi medis. Pada anak-anak, demam tinggi yang memicu kejang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan.
3. Bibir atau Kuku Membiru (Sianosis)
Perubahan warna pada bibir, lidah, atau ujung kuku menjadi kebiruan menandakan kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Kondisi ini tergolong darurat medis yang memerlukan pertolongan terapi oksigen segera.
4. Dahak Kental dan Berwarna
Produksi batuk berdahak kental berwarna hijau, kuning pekat, atau bercak darah menjadi penanda infeksi saluran napas bawah seperti bronkitis bakteri, pneumonia, atau tuberkulosis (TBC). Apabila disertai nyeri dada saat bernapas, segera periksakan diri ke dokter.
5. Penurunan Kesadaran hingga Kejang
Kondisi tubuh lemas ekstrem, anak/pasien tampak sangat mengantuk dan sulit dibangunkan, hingga mengalami kejang menunjukkan infeksi telah mempengaruhi sistemik. Pasien harus segera dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat.
Langkah Penanganan yang Harus Dilakukan
Apabila mengalami gejala awal ISPA yang tergolong ringan, pasien disarankan untuk beristirahat total, mengonsumsi air putih hangat yang cukup, menjaga kelembapan udara ruangan, serta menggunakan masker untuk mencegah penularan.
Namun, segera bawa pasien ke dokter atau IGD apabila menemukan kondisi berikut:
- Bayi Usia di Bawah 2 Bulan: Mengalami demam, laju napas cepat, rewel terus-menerus, atau tidak mau menyusu/minum.
- Kelompok Rentan: Penderita penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, ginjal, dan diabetes yang menunjukkan gejala pernapasan.
- Perburukan Gejala: Gejala batuk, demam, atau sesak napas yang justru memburuk dalam waktu 48 jam meskipun telah meminum obat simtomatik harian.
Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
