×
Ad

Kenapa Dekorasi Imlek Identik Warna Merah?

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 10 Feb 2026 11:47 WIB
Ilustrasi pasang dekorasi Imlek. Foto: Getty Images/hxyume
Jakarta -

Menjelang Tahun Baru Imlek, biasanya penghuni rumah sudah mulai menghiasnya dengan berbagai dekorasi. Umumnya, dekorasi yang digunakan berwarna merah.

Warna merah pada dekorasi Imlek ini bukan tanpa alasan. Warna merah ini dipercaya bisa membawa keberuntungan.

"Warna merah bagi kami itu warna keberuntungan, warna kebahagiaan. Orang yang pakai baju merah akan lebih menarik perhatian, auranya lebih kuat," ujar Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sumatera Selatan Tjik Harun, Jumat (6/2/2026), dikutip dari detikSumbagsel.

Salah satu dekorasi ikonik saat Imlek adalah lampion merah. Cahaya yang terpancar dari lampion melambangkan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Tak hanya itu, warna merah pada lampion berfungsi untuk mengusir energi negatif sekaligus menarik keberuntungan.

"Lampion itu ada lampu, lampu simbol penerang, menerangkan jalan di tahun itu seperti harapan supaya lebih baik, lebih sukses. Terang hati kita, terang rezeki kita," jelas Tjik Harun.

Dilansir dari Hindustan Times, dalam filsafat China, setiap warna berkaitan pada elemen dasar di dunia. Warna merah berkaitan dengan elemen api yang berarti kesuksesan, kepercayaan diri, kepemimpinan, agresi, dan hipersensitivitas. Sementara itu, dalam budaya China, elemen api juga menjadi simbol dari kemakmuran dan keberuntungan.

Penggunaan warna merah juga berakar pada upacara kerajaan dari berbagai dinasti China. Saat para raja bertanya kepada peramal pribadi mengenai warna yang dapat membawa kemakmuran dan energi positif, kebanyakan menjawab warna merah.

Warna merah juga dipercaya dapat menangkal roh jahat. Ini bermula dari kisah rakyat terkenal di China.

Dulu, setiap tahun baru, masyarakat China diliputi rasa takut karena keberadaan binatang buas bernama Nian yang sering menyakiti orang-orang. Agar tidak disakiti, masyarakat China selalu meletakkan di depan pintu agar Nian memakannya dan tidak menyakiti siapa pun.

Pada suatu malam, beberapa orang melihat seorang anak berpakaian warna merah dapat membuat Nian takut dan pergi. Sejak saat itu, mereka membuat lampion warna merah dan kertas syair untuk mengusir Nian selama setahun.

Mengetahui Nian kemungkinan tidak akan menyerang mereka lagi, masyarakat saling mengucapkan 'Gong Xi Fa Cai' atau yang berarti 'Selamat' pada perayaan Imlek. Selain itu, mereka juga membuat tarian Nian atau sekarang dikenal dengan tarian barongsai yang sering dipentaskan pada perayaan Imlek atau perayaan China lainnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



Simak Video "Video: Lampion Raksasa Semarakkan Imlek di Kubu Raya"

(abr/abr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork