Jakarta - Rumah milik Misbah Dwiyanto, warga Cimahi, Jawa Barat berbeda dari rumah pada umumnya. Material utama yang dipakainya adalah tanah dan bambu. Begini potretnya.
Potret Rumah Unik di Cimahi yang Dibangun Pakai Tanah dan Rangka Bambu
Misbah menyebut rumahnya sebagai Rumah Tanah. Terinspirasi dari rumah di peternakan Thailand dan rumah-rumah di Austria. Ia yang juga memiliki hobi berkebunΒ bermimpi bisa membangun rumah 2 lantai dari material alami dan ramah lingkungan. Foto: Misbah Dwiyanto
Pembangunan dimulai akhir 2023 dan selesai Desember 2024. Misbah mendesain sendiri rumahnya. Lalu, pembangunannya dibantu oleh teman dan kenalannya, ada pula yang dari Austria datang langsung untuk membantu pembangunannya. Foto: Misbah Dwiyanto
Jika dihitung modal yang dikeluarkan untuk rumah tersebut mencapai Rp 300 juta. Material yang dipakai terdiri dari 2 truk tanah, 3 truk pasir, 1,5 truk jerami, bambu, beton, hingga semen. Bagian kusen, pintu, hingga jendela memakai kayu jati. Meskipun rumahnya memakai bambu dan kayu, ia memastikan keduanya tidak mudah dimakan rayap. Sebab, bambu sendiri sudah direndam agar kadar gulanya hilang dan rayap tidak datang. Foto: Misbah Dwiyanto
Jenis tanah yang dipakai adalah topsoil atau bagian permukaan tanah hingga 15 meter di bawahnya. Nantinya tanah tersebut dicampur dengan pasir dan jerami. Kemudian dicampur dengan diinjak selama 15 menit. Area yang tidak memakai tanah adalah kamar mandi. Misbah tidak ingin gegabah menyamaratakan seluruh ruangan dengan tanah dan bambu. Foto: Misbah Dwiyanto
Rumah tersebut dibangun seperti rumah panggung, lantainya tidak menapak di tanah. Bagian kaki-kaki rumah tidak bisa disangga dengan bambu mengingat akan dibangun 2 lantai. Ia menggunakan beton dan semen. Lalu, lantai dasar juga memakai memakai beton yang telah diaci. Foto: Misbah Dwiyanto
Seluruh dinding rumahnya memakai kerangka bambu yang kemudian ditutup dengan tanah setebal 14 cm. Pada bagian luar diberi lapisan kapur agar lebih terang warnanya dan awet. Dinding tersebut bisa dilubangi dengan skrup untuk menggantung hiasan dinding.Β Foto: Misbah Dwiyanto
Untuk tangga, semuanya memakai kerangka bambu yang kemudian diisi dengan tanah. Interiornya pun dipercantik dengan lampu-lampu. Pada bagian lantai di atas, memakai gabungan multiplek dan bambu, bukan beton seperti lantai bawah. Foto: Misbah Dwiyanto











































