Upacara Bebuang Warga Bugis di Balikpapan, Ada Simbol Buaya dalam Sesaji

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Senin, 09 Feb 2026 09:00 WIB
Ilustrasi pantai/Foto: Getty Images/Olena Didevska
Balikpapan -

Selain dikenal sebagai kota industri, Balikpapan juga merupakan rumah bagi beragam suku dari seluruh penjuru Indonesia. Berbagai suku pendatang mendiami Balikpapan, dengan suku yang mendominasi adalah Jawa dan Bugis.

Suku Bugis adalah salah satu yang terbesar di Kota Minyak. Jika ditelusuri, suku ini bermigrasi pada 1970-an saat perkembangan industri minyak di Balikpapan mulai tumbuh pesat.

Hingga saat ini, masyarakat Bugis di Balikpapan terus menjaga tradisi yang telah diturunkan turun-menurun, salah satunya adalah tradisi Bebuang.

Secara bahasa, kata Bebuang berarti membuang atau menghanyutkan. Dalam budaya Bugis di Balikpapan, Upacara Bebuang adalah sebuah ritual di mana anggota keluarga membawa sesaji atau persembahan dan menghanyutkannya ke laut atau perairan sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang mereka.

Ritual ini biasanya dilakukan di tepi pantai, dermaga, atau pelabuhan yang diyakini sebagai batas antara dunia manusia dan alam roh.

Asal-usul dan Latar Belakang Tradisi Bebuang

Upacara Bebuang merupakan tradisi yang turun-temurun diwariskan oleh masyarakat Bugis yang bermigrasi ke Balikpapan. Kala itu, banyak orang Bugis yang awalnya datang ke Balikpapan seiring dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja di industri perminyakan pada era 1960-an.

Dalam kepercayaan yang dianut masyarakat Bugis, leluhur mereka memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan alam, termasuk keyakinan bahwa nenek moyang tertentu memiliki wujud menyerupai buaya.

Hewan ini diperlakukan hormat dan bebuang adalah salah satu cara yang ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepda leluhur mereka.



Simak Video "Video: Di Hadapan Putin, Prabowo Ngaku Mau Konsultasi Geopolitik"


(sun/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork