Upaya Pemprov Kaltim Dorong UMKM Bisa Tembus Pasar Global

Upaya Pemprov Kaltim Dorong UMKM Bisa Tembus Pasar Global

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 14 Apr 2026 21:59 WIB
Kegiatan kumpul UMKM dari DPPKUKM Kaltim untuk mempertemukan buyer internasional. (Istimewa)
Foto: Kegiatan kumpul UMKM dari DPPKUKM Kaltim untuk mempertemukan buyer internasional. (Istimewa)
Samarinda -

Pemprov Kaltim mendorong pelaku UMKM menembus pasar internasional melalui kegiatan business matching dengan pembeli dari Malaysia. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha lokal dengan buyer luar negeri untuk membuka peluang ekspor.

Kegiatan digelar di Aula Keminting Kantor DPPKUKM Kaltim dan diikuti puluhan UMKM sektor makanan dan minuman. Sebanyak 23 UMKM hasil kurasi dipertemukan dengan empat pembeli asal Malaysia yang berpotensi menjadi mitra dagang.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mempertemukan langsung UMKM dengan buyer internasional agar produk lokal bisa menembus pasar global," ujar Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pelaku usaha Malaysia ke Kaltim sebelumnya. Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan pengoperasian Export Center di Balikpapan dalam waktu dekat.

"Tujuannya membuka peluang ekspor, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM," tambahnya.

Dukungan juga datang dari Kadin Kaltim. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Kaltim, Bayu Reksa Nugraha menilai business matching menjadi solusi kendala klasik UMKM terkait pemasaran, legalitas hingga kemasan produk yang belum siap ekspor.

"Banyak UMKM kita produknya bagus, tapi masih terkendala di packaging, legalitas, sampai akses pasar," kata Bayu.

Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan program Trade Revolution 2026-2031 untuk memperkuat ekosistem perdagangan. Program itu difokuskan pada pelatihan strategi pemasaran hingga prosedur ekspor bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha, Trisna Hidayat mengaku produk madu Kaltim cukup diminati buyer Malaysia. Ia menyebut madu akasia lebih dilirik dibanding madu kelulut karena rasanya lebih mudah diterima pasar.

"Buyer minta harga kompetitif, pasokan stabil, dan produk yang punya keunikan," ujarnya.

Trisna mengaku tantangan terbesar UMKM saat ini adalah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ekspor. Karena itu, diperlukan kolaborasi antar pelaku usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah besar.

"Kalau mau ekspor tidak bisa sendiri, harus kerja sama supaya kapasitasnya terpenuhi," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads